Rabu, 29 Juni 2011

Ragu oleh Alvian Kurniawan

dan aku sedang tidak berkaca pada bebaitan dinding yang terjal
sehingga tak ku tahui apa yang menjadi nyata atau hanya dipernyata..
dan kau tiadalah berfikir tuk ajak aku
nan akupun jua diam tak bergeming tuk tanyai antara kau dan kau
mungkin bilalah diam itu7 yang benar
biarlah..
biar kau tahukah diri,
hingga tahuku bilamana aku tak lagi teriak sebelum kau teriak
maka, kiblatlah itu diputar ruahkan hingga kepelipis rasa..
masihkah kau punya hati ?
mungkin ya.....

Kamis, 09 Juni 2011

iptek

IpteK

Sejarah di balik berdirinya FaceBook

Hampir diatas rata-rata Mahasiswa dan Mahasiswi Universitas PGRI Palembang mempunyai facebook. Jadi, kini facebook seakan-akan sudah menggantikan friendster pada tingkat kepopulerannya. Nah, kira-kira bagaimana sih sejarah awalnya facebook ada sampai akhirnya bak suatu adiktif bagi masyarakat dunia. Ternyata inilah sejarahnya,
Facebook dirancang pertama kali oleh Mark Zuckerberg. Yang mana untuk kali pertamanya facebook diluncurkan pada tanggal 4 Februari 2004. Pada awalnya Facebook dipergunakan dengan tujuan untuk saling mengenal antar mahasiswa Harvard yang ingin menjadi Social networking yang begitu memikat banyak orang.
Dua Minggu setelah diluncurkan separuh dari Semua mahasiswa Hardvard telah mendaftar dan memiliki account di facebook. Bahkan 4 bulan setelah diluncurkan facebook telah memiliki 30 kampus dalam jaringannya.
Tidak berhenti sampai disitu, Zuckberg bertemu sean parker (Confounder Napster) yang membantunya mendapatkan 500Ribu US Dolar dari Peter Thiel (Cofounder paypal)
Pada sejarahnya, Zukberg pernah menolak tawaran pendahulunya Friendster untuk membeli facebook seharga 10 juta US Dolar. Ditambah lagi ia juga menolak tawaran yahoo seharga 1 Milyar US Dolar. Hingga pada September 2006 facebook membuka pendaftaran bagi siapa saja yang memiliki alamat email.
Nah, D’Sastra mania. Sudah tahu kan dibalik layar dari Facebook itu sendiri. Makanya, buat kamu jangan Cuma bisa pakai facebook saja tetapi juga harus tahu dong bagaimana facebook itu lahir.( Lusiana )
( di kutip dari http;// www.google.com)

pojok

PojoK

Setiap Senin pagi PGRI macet nih !!!
Wah, berarti hari senin harinya siKomo lewat dong !!! ( Mawar Kusmiati )
Bayaran kuliah PGRI semakin mahal !!!
Ahaa.. kalau semakin turun kampusnya diet dong!
( Ros Hernawati)

Masih banyak Mahasiswa PGRI yang ngepek saat ulangan!!
Lha Presiden aja juga masih ngepek pas pidato. Begitu saja kok repot !
( Ika Pajariah)

Reportase

MUBES HMPS PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG BERLANGSUNG SUKSES

Aula Sriwijaya, Tepuk tangan yang meriah mengiringi suasana Musyawarah Besar (MUBES) Himpunan Mahasiswa Progam Studi Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia (Jumat, 18/12). Pasalnya, Rapat akbar yang dilangsungkan hanya satu kali tiap tahun ini berlangsung sangat tertib. Acara ini dibuka pada pukul 08.12 oleh ketua Dekan Universitas PGRI bapak Bukman lian m.m,m si Palembang.


Sidang pleno tahunan yang dipimpin oleh Arif Fahrudin sebagai Presidium 1 dan Alvian Kurniawan sebagai Presidium 2 ini pada awalnya berlansung tegang. Perang pendapat mengiringi suasana Rapat Pleno tersebut. Namun, Alhamdulillah tidak terjadi pertengkaran fisik didalamnya.

HMPS PBSI yang mulai memasuki pada masa kepemgurusan ke-3 ini pernah mengalami berapa kali permasalahan yang hampir meredupkan nama dari Organisasi tersebut. Namun “syukur kepada Allah SWT bahwa berkat kerja sama antar mahasiswa dan Anggota sehingga HMPS ini masih tetap berdiri” demikian yang disampaikan Mitra Ercandra selaku eks- Ketua HMPS PBSI masa Bhakti 2008-2009.

Selama satu tahun terakhir, HMPS PBSI telah menyelenggarakan beberapa kegiatan diantaranya
Mentoring, Seminar Jurnalistik, Lomba abaca Puisi tingkat Sumatra Selatan, Seminar Bahasa Nasional dan lain sebagainya.

Acara berakhir setelah dinobatkannya Ridho Andi Sucipto dan Andi Suprapto Selaku ketua dan wakil ketua HMPS PBSI Masa Bakti 209-2010.dan acara tersebut ditutup langsung oleh Bapak Zainal Abidin, Mpd selaku Pembantu Dekan III Universitas PGRI Palembang. ( Vyan )








( Presidium 1,presidium 2 dan Notulen sedang memimpin rapat pleno )

Tips

BeLajaR lagi, Belajar Lagi
Yes atau No ?

Kalau Kita Mendengar kata Belajar, Mungkin banyak sekali Pendapat-pendapat yang ada dibenak kita masing-masing. Ada yang bilang menjenuhkan, ada yang bilang mengasyikkan. Namun, dibalik dari itu semua sebenarnya Belajar akan menjadi hal yang menyenangkan apabila kita dapat mengatasi beberapa hal yang menjadi kendala dalam belajar itu sendiri. Adapun kendala belajar diantaranya adalah :

1.Niat terpaksa mengikuti Pelajaran,
Nah ini yang menjadikan kita akan malas dalam belajar. Sedangkan kita sudah tidak punya selera untuk belajar. Jadi benahi dulu imej kamu tentang belajar itu sendiri.

2. Kondisi Kelas yang tidak mendukun
Nga lucu kan pada saat lagi asyik-asyik memperhatikan dosen
sedang menjelaskan pelajaran. Tiba-tiba teman kamu ngajak ngobrol. Nah agar hal itu tidak terjadi Mengapa tidak kalau kamu coba sesekali untuk duduk dideretan agak depan.

3. Sedang banyak Masalah
Wah kendala yang satu ini memang susah sekali di singkirkan. Tetapi alangkah baiknya apabila kita sedikit menetralisir masalah yang ada ketika kita belajar.

4. takut dengan dosen/ guru
Ini adalah permasalahan yang sering kali ditemuykan pada
praktik lapangan, Kedatangan seorang pengajar adakalanya menjadi momok buat si pelajar. Tapi ingat, dosen tidak akan marah kalau kita tidak membuat mereka marah !

5. Tidak punya buku
Yang namanya belajar ya tentunya kita butuh media dong.
Makanya mau dari minjem kek, beli baru atau apalah yang penting ingat harus ada buku !

6. Banyak Begadang
Nga lucu kalee pas belajar kita di marahin dosen gara-gara
nguap terus atau ketiduran didalam kelas. Jadi dari pada nga ada kerjaan mending saja tidur. Jadi pada saat paginya kuliah badan atau mata akan lebih fresh apalagi pada saat semesteran pasti SKS ( Sistem kEbut Semalam)

7. Malu Bertanya
Wah kalau tidak bertanya karena sudah paham itu sih tidak
masalah. Lha, terkadang sudah tidak ngerti tapi tidak bertanya. Lha itu baru gawat !!!

Kamar Pantun Oleh Alvian Kurniawan

Ada Pisang diminta Anjar,
Makannya didekat Jendela,
Rajin-rajinlah kita belajar,
Biar kelak jadi orang berguna


Satu dua tiga dan empat
Lima enam tujuh delapan
Masauk PGRI pilihan yang tepat
Untuk hidup yang lebih mapan

cerpen "Teratai"

Cerpen


Embun dan teratai

Fajar menyingsing dari ufuk timur, dibawah mentari yang telah menyapa dunia. Konon ada setangkai bunga teratai yang tumbuh dan kembang di suatu kolam. Pagi itu seperti biasanya teratai itu memekarkan mahkotanya. Sungguh terkejut bunga teratai itu dibuat oleh suatu benda kecil dan putih yang menumpangi daunnya. Sang bunga teratai bertanya,
“ Hai benda kecil, siapakah namamu? Kamu begitu kecil dan indah.senang sekali aku berjumpa denganmu”
“Oh, namaku adalah embun. Maaf jika aku telah lancang menumpangi tubuhmu !”
“ Embun? Nama yang aneh. Kamu dating darimana?”Tanya teratai
Embun menjawab, “ Kamu tidak akan tahu !”
“Kok aku tidak boleh tahu?”Tanya teratai pada embun.
Embun hanya diam dan tiba-tiba tubuhnya mengecil mengecil dan akhirnya hilang begitu saja.
Dihari selanjutnya, di pagi yang cerah jua kembali teratai terbangun dari kantupannya. Sungguh senang hati sang teratai melihat temannya kemarin si embun kembali ia lihat.
“Hai embun sahabatku, senang sekali hari ini aku kembali melihatmu. Mengapa kau kemarin menghilang begitu saja ?” sapa sang teratai. Embun itu hanya diam dan melihat teratai saja. Pandangannya kosong, seakan ia tak mengetahui apa tujuan sang teratai berbicara seperti itu. Terataipun bertanya,
“Kok, kamu diam, mbun? Mengapa kamu tidak menjawab pertanyaanku tadi?”
“Maksud kamu apa?”Tanya embun,
“Lho, kamu lupa ya?, bukankah kemarin kita saling berkenalan dan kita juga sempat bercerita sejenak.”
“Lho, saya saja baru menyenderkan badanku ke daunmu baru sekarang. Bagaimana kita bisa bertemu kemarin?” bantah embun
Sejenak Mentari semakin memanas. Tubuh embun itu semakin mengecil mengecil dan kembali menghilang. Keesokan hari berikutnya, kembali lagi teratai bertemu embun yang ia kira adalah teman-temannya kemarin.
“Kamu embun temanku kan?” sapa teratai,
“Bukan, aku baru saja hinggap didaunmu. Bagaimana aku bisa kenal kamu?”
“Tapi, berapa kali kita telah bertemu lho?” teratai mulai binggung.

Demikian kejadian itu berlangsung secara terus menerus setiap harinya. Teratai yang selalu menganggap embun-embun yang menempel didaunnya setiap pagi hari itu sebagai temannya. Namun, tak satupun embun yang disapanya tiap hari itu mengenal teratai tersebut.

(Dirangkum dari kegiatan mendengarkan Cerita Embun dan teratai di Radio Smart

Contoh lamaran kerja dan Curriculum vitae

Palembang, 28 Mei 2010


Kepada :
Yth.
di Palembang

Dengan Hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Alvian Kurniawan
Tempat, Tanggal Lahir : Yogyakarta, 21 Februari 1990
Alamat : Jalan Bungaran.v. Rt.10 Rw.03 No.416B
8Ulu Palembang 30252
Status : Mahasiswa

Dengan surat ini, Saya mengajukan permohonan bergabung sebagai staff Pengajar di Perusahaan yang bapak/ibu pimpin. Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan :

1. Daftar Riwayat hidup
2. Foto copy ijazah pendidikan terakhir
3. Transkip nilai terakhir
4. Foto copy Sertifikat Kegiatan, Prestasi dan Penghargaan
5. Pas Foto 3 x 4

Demikian Surat Lamaran Pekerjaan ini saya buat. Besar harapan saya
agar sekiranya bapak/ibu dapat mempertimbangkannya. Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.


Hormat Saya,



Alvian Kurniawan





DAFTAR RIWAYAT HIDUP


Nama : Alvian Kurniawan

Tempat, Tanggal Lahir : Yogyakarta, 21 Februari 1990

Agama : Islam

Alamat : Jalan Bungaran.V. Rt.10 Rw.03 No.416B
8Ulu Palembang 30252

No Telepon/ Hp : 0711 8708350/ 08974494705

Riwayat Pendidikan : TK PKK Gedongan Sleman (1995-1996),
SDN 115 Palembang (2000-2002),
SMPN 7 Palembang (2002-2005),
SMAN 8 Palembang (2005-2008)
Universitas PGRI Palembang (2008- sekarang)

Status : Mahasiswa Semester 4 FKIP Pendidikan Bahasa
dan Sastra Indonesia Universitas PGRI Palembang.

Motto Hidup : Usahakan menjadi yang terbaik di antara yang
terbaik.


Prestasi : 1. Juara 3 Lomba baca Puisi antar PMR Wira Se-
Kota Palembang di SMA PGRI (2006)
2. Juara Harapan III Lomba Baca Puisi Gebyar
Lomba PMR Madya-Wira Se Jawa-Sumatera
di SMA-SMP Al-Kautsar Lampung(2007)
3. Juara 3 Lomba penulisan non ilmiah
Antar Mahasiswa baru Universitas PGRI
Palembang KOLAK-LDK AR Risalah. (2008)
4. Juara 1 Lomba Penulisan Sayembara Surat
Cinta untuk Ibu dalam Rangka memperingati
Hari Ibu yang diselenggarakan BEM Universitas PGRI Palembang (2009)
5. 3 Besar Audisi Ajang Coba-Coba jadi
Announcer Radio Rama Sentra 90,8 FM Palembang.
6. Semifinalis Pemilihan Wajah Sumeks 2009

Pengalaman Organisasi : 1. Pramuka Penggalang SDN115 (2001)
2. Majelis Ta’Lim SMPN7 (2002-2004)
3. Anggota Bengkel Sastra Palembang Genree Puisi (2004)
4. PMR angkatan XlV SMAN8 (2005-2008)
5. OSIS angkatan XXIII SMAN8 (2005-2006)
6. Ikatan Penyiar Radio RamaSentra 90,8 FM Palembang (2007-2009)
7. Masyarakat Peduli Siaran KPIDSumsel(2008)
8. Anggota Cytrine Art Agency (2008)
9. Anggota Any Collection Weeding Organizer.
10. Himpunan Mahasiswa Progam Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (2008-sekarang)

Pengalaman Kerja : 1. Penyiar dan administrasi Radio Rama Sentra
90,8 Fm (2007-2009)
2. Team Kesenian Pagar Bagus Any Collection
(2008-sekarang)
3. Staff Pengajar Bimbingan Belajar Budiwijaya
Palembang (2009-Sekarang)

Kamis, 02 Juni 2011

Puisi "Almanak" Oleh: Alvian Kurniawan

Almanak
(Oleh : Alvian Kurniawan NIM 2008112193)


Seninku….
Sepi kosong tiada bergerak
Meniti hari diperaduan malas
Tanpa kuliah tanpa bekerja
Hanya tidur bertemukan mimpi
Sungguhlah penat dihari ini



Selasaku….
Berjajarlah aku terduduk di kelas
Dengar ia seraya menyerap
Kalalah siang datang menyapa
Kukayuh motor baruku tuk tetap bekerja
Ini hari pertama di setiap Mingguku



Rabuku…
Bergegas aku dipukul tujuh
Bergegas lekas mengejar jadwal
Kala pagi kujumpai anak didikku
Kala siang lekaslah belajar
karena dosen pun duduk dipukul sebelas


Kamisku…
Menggumpal penat
antara teori yang menghimpit dipagi hari
Berjajar lesu hingga tak bertepi
Ini hari datang lebih pagi
Pegang pena lalulah menulis



Jumatku…
Sempitlah waktu hari ini tuk belajar
Namun apa daya kuliah harus berjalan
meski jeda menuntut bertemu Ilahi
Lekas-lekas aku berjalan jikalah telah usai
Jika tidak kerjaku akan terlambat


Sabtuku…
Renggang sudah dihari ini
Jika tiada amanat untuk menggantikan
Menutup minggu dengan suka cita
Melepas rindu pada sejungkal santai
Yah ini adalah hari yang kutunggu

Mingguku…
Mungkin ini tiadalah kosong
Menggaet rezeki menghantar pengantin
Berbaris tegap menjual senyum
Mendampingi Pagar ayu di kanan pelaminan
Inilah aku bila dihari Minggu



Inilah hariku
Di setiap almanak pekanku
Biar badan letih sungguh
Namun tak apa
Guna bekal di masa tua
Untuk diri dan Nusa bangsa

Novelet "“NOVELETE KETIKA AKU HARUS …” Oleh: Alvian Kurniawan

Catatan pena
“NOVELETE KETIKA AKU HARUS …”
OLEH : ALVIAN KURNIAWAN (VYAN)


















Matahari terbit terang bahkan mungkin teramat terang dibanding hari-hari biasanya. Motor, becak, mobil dan seluruh corak kendaraan berhulu halang mengitari aktifitas tunjuk jarum di pagi hari. Kokokan ayam yang biasanya gemuruh menyapa dan membangunkan tidur malasku pun justru hari itu terasa hilang perlahan satu per satu. Kotaku teramat ramai saat itu dan bisa dipastikan hari ini mungkin akan menjadi goresan anyar yang menyulam diary hidup kecilku.Aku bergegas menyingsing barunya catatan tatangan yang tak tertulis sejak cerita-cerita yang lalu telah habis terputar pada rotasi detik, menit, jam, hari hingga tahun yang dimakan masa yang benar begitu cepat.Tapi hidup hanya satu hari yakni hari ini, karena kemarin adalah kenangan dan besok adalah masa depan. Akh, tak ada gunanya berlama bersandar di atas tempat tidur. Saatnya untukku menjemput peradapan dihari ini.

Aku Vian, salah seorang mahasiswa semester 2. Di sebuah perguruan tinggi swasta di kotaku. Diluar dari almamater kemahasiswaanku, aku juga menyandang sebagai sebagai penyiar Radio Swasta. Menjalani Kehidupan seperti ini sungguh sangat melelahkan. Namun, jika tidak aku jalani mungkin akan menambah daftar hidup yang menjenuhkan. Karena keseharian kosongku hanya ku habiskan untuk tidur dirumah. Jadi alangkah baiknya jika aku kelelahan karena aktivitas daripada kejenuhan karena tanpa aktivitas. Keinginan terbesarku saat ini adalah bisa mendapat Beasiswa belajar di Malaysia. Entah mengapa keinginan itu timbul dengan sendirinya dibenakku. Untuk itu, aku harus berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan impianku itu. Meski aku yakin, aku bukanlah orang yang jenius. Tapi tak apalah kuletakan harapan itu sebagai motivasi belajarku.

“ Hari ini kuliah sampai pukul 12, jam 13 aku bertugas siaran karena hari ini hari Senin. Wah aku belum nyusun daftar peringkat lagu nih. Hari inikan aku ada jadwal membawakan Chart tangga lagu. Akh nanti sajalah aku bisa buat pas diangkot saja sepulang kuliah!” gerutuku sembari melihat catatan jadwal harianku yang sengaja kutempel di atas pintu kamatku yang berwarna hijau daun itu.

“ Ibuuuuuuuuuuuuuuu, aku berangkat. Jangan kangenin anakmu yang cakep ini yah!” godaku ke ibuku,

“Eh nyelonong saja, cium tangan dulu baru berangkat !” jawab ibu,

“Ahhhh Ibu nga’ cocok jadi managerku. Gimana kalau nanti anakmu ini jadi artis. Mau kemana-mana harus cium tangan dulu!” bercandaku sambil mencium tangannya,Aku memang suka bercanda, apalagi dengan ibuku sendiri
.*

Sesampainya di Kampus. Pagi itu jam tangan perakku menunjuk 10 menit lepas dari peredaran jam 7 pagi. Wah mungkin ini hari yang cukup mencetak semangat bagiku. Tak seperti biasanya aku berangkat sepagi ini. Ya mudah-mudahan saja hari ini akan menjadi hari yang menggairahkan untukku.

“Selamat pagi semua !.” Ku lontar salam manisku kepada teman-teman didalam kelas.

Salamku hanya dibalas dengan senyum manis mereka. Tapi tidak masalah, itu lebih dari sekedar cukup.Dikelas aku mempunyai 3 teman dekat. Yang pertama adalah Ridho Orangnya hitam,kurus, dan logat bahasa jawanya juga masih kental. Ia termasuk anak yang rapi, royal tapi kalau lagi marah bisa meledak-ledak. Yang kedua adalah Arifin, badannya tinggi, berkulit hitam manis, suka bercanda, tapi juga sering tersinggung. Yang terakhir Amin namanya. Orangnya pendek, kecil, gendut dan diantara kami berempat dia yang paling konyol, susah sekali diajak serius, kecuali pada saat-saat tertentu ia serius Selebihnya kerjaannya bercanda terus. Namun perbedaan inilah yang membuat kita satu. Kami seakan telah menjadi keluarga sendiri dalam hubungan ini.

“ Yan, dicari Ridho tuh di Kantin!”, Kata Amin

“ Serius? “ tanyaku,
“Sejak kapan aku serius? Ya nga’ lah!” Jawab Amin sambil tertawa,

“ Ammmmmmmmmiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnn !!! dasar orang gila.” Jawabku meledek.

**
15 menit menjelang pukul 13.00 aku telah sampai ke studio siaran. Wah rasanya tidak sabar sekali menunggu pukul 13.00 karena aku sudah 1Minggu mengambil cuti kerja.selepas mengikuti lomba-lomba diluar. Rasanya aku sangat merindukan lagu-lagu kesayanganku, atensi yang bertumpuk diredaksi siar, deringan telp dari pendengar setiaku, hingga rekan-rekan siaran yang baik hatinya.

“ Selamat siang Pendengar ! berjumpa kembali bersama saya Vian Aziz dalam Acara Bincang Remaja Untuk Edisi hari ini Senin, 12 Januari 2009.Nah disiang hari ini kita akan membahas perbincangan seputar masalah-masalah anda dengan sahabat-sahabat anda melalui Via telp kita di 374455 sampai pukul 15.00 sore nanti. Karena pukul 15.00 keatas kita akan memainkan ajang tangga lagu. Baiklah dari belakang perangkat siar yang bertugas saya mengucapkan selamat bergabung dan selamat mengikuti acara ini!” Demikian lancarnya saya mengawali pembukaan acara saat itu.

Beberapa jam telah berlalu, banyak sekali cerita-cerita persahabatan yang aku dengar saat itu. Aku jadi teringat dengan 3 sahabatku. Sedang apakah mereka sekarang. Sosok mereka seakan membayang di fikiranku. Aku merasa sangat beruntung telah mengenal mereka.

“ Tuhan lindungilah hubungan kami !” doaku,

“ Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiing” telp radioku berbunyi. Oh Tuhan aku sedang melamun rupanya.

“ Bincang Remaja selamat siang! Mohon maaf dengan siapa saya berbicara?” Salamku mengangkat telp,

“ Dengan Hendra, bang!”

“ Oh Hendra, Anda tentunya sudah mendengar tema masalah yang akan kita bincangkan di edisi hari ini kan? Silahkan dengan cerita anda!”

“Terima kasih bang, Saya punya 2 orang teman Yanto dan Riki. Awalnya kami Sangat akrab sekali, bahkan kami sudah seperti saudara sendiri. Namun, akhir-akhir ini hubungan kami hancur. Lantaran kesibukkan kami masing-masing. Jarang sekali kami ada waktu untuk berkumpul lagi. Awalnya kami dapat memakluminya. Tapi, setelah masalah ini berlangsung lama kepercayaan diantara kami saling memudar. Kami selalu menyalahkan si ini dan si itu. Padahal kalau kita koreksi kita semuanya salah. Tapi, yang jelas sekarang ideologis kami sudah berbeda. Saya sudah tidak tahu apakah masih bisa kami untuk kembali bersatu seperti dulu atau tidak? ………….”

Mendengar curhatan si Penelpon, hatiku bak ibarat berlampu kuning. Akankah kami akan bernasib sama dengan penelpon tadi atau tidak? Hatiku bergetir tak karuan. Aku menitikan air mata namun aku harus bisa mengkontrol diri. Karena saat ini aku sedang berbicara dengan masyarakat. Usai berinteraksi dengan Penelpon lantas aku memutarkan lagu selanjutnya. Kupilih lagu Sindentosca yang berjudul kepompong. Kudengarkan reff lagu itu melalui earphone yang terpasang di telingaku.

“ ….
Persahabatan sebagai kepompong,
Merubah ular menjadi kupu-kupu
….”

***

Malam ini seperti malam yang sangat membebaniku. Curhatan penelpon diradioku tadi siang membuat aku terus berfikir, jika hal itu yang ku alami. Sungguh aku tak tahu seberapa panjangnya 1 menit untuk hidupku, yang ada aku akan merasa terus bersalah karena membiarkan bola keributan menembus pertahanan gawangku dan mungkin sisitulah aku akan dinyatakan sebagai penjaga gawang yang tak berkualitas. Tiba-tiba aku ingin berbicara dengan mereka bertiga. Kuambil handphoneku dan kuketik sms yang kukirim kemeeka bertiga.

“ Hai jelek lagi ngapain?” ku buka smsku dengan candaan,

“tut.. tut…” bunyi handphoneku. Rupanya mereka bertiga membalas smsku tadi.

“ lagi makan, tumben sms? Kangen ya?” balasan Arifin,

“ Mau tahu aja !!! yang pasti bukan lagi dengan kamu! “ balasan Amin,

“ Lagi bales sms orang jelek… ha..ha..hha !” balasan Ridho,

Sms-sms itu seakan memberi sebuah jawaban dari kegundahanku. Mereka tetap miliku, mereka tetap sahabat-sahabatku. Lantas sepertinya aku dapat langsung tertidur pulas malam ini.

“ Dengan namamu ya Allah ! Aku hidup dan aku mati”

****

Aku merasa seakan hatiku terus berdetak tak karuan, tak tahu apa gerangan yang terjadi padaku. Tapi aku terus tetap berjalan saat itu. Selangkah, dua langkah, tiga langkah dan seterusnya ku melangkah menuju suatu tempat.dan tempat itu adalah kelasku.

Mataku terarah pada sudut kursi paling belakang dan nampak seorang sahabat yang cukup dekat denganku disana. Si Ridho, seperti biasanya kulihat dia mempergunakan kemeja rapih dan tentunya celana hitam katun, ditangannya ia menyibak sebuah pena hitam dan sepertinya ia sedang menulis diatas kursi itu. Sejenak aku tersipu malu dengan diriku, sebagai seorang calon guru seharusnya pakaian aku harus lebih di manage seperti Ridho.

“Ah tapi masih ada banyak waktu untuk merubah penampilan. so slow down baby,” tidak mudah merubah suatu kebiasaan yang sudah melembaga didalam diri. Ya jadi serasa di ingatkan dan dinasehati oleh chairil anwar dengan larik-larik awal puisinya yang berjudul aku.”


Aku
Bila datang waktuku,
Tak ingin semua orang kan merayu,
Tak jua kau,
Tak perlu sedu sedan itu,
………..
“Ah pagi-pagi dah ngalntur kemana-mana.” Teriak hatiku mengagetkan lamunanku.Bergegas kulangkahkan kaki menuju didekat Ridho.

“Hai dho, ada PR ya ?” Sapaku mengawali perbincangan.

“Bukan kok !” Jawabnya singkat

“Jadi apa yang sedang kamu tulis? “

“Aku sedang menu….. “ belum sempat ia menghabiskan jawaban pertanyaanku tiba-tiba matanya terbelangak melihat si Arifin yang kebetulan juga baru sampai di dalam kelas. Tatapan Ridho tiba-tiba berubah garang.demikian pula si Arifin. Mata mereka saling bertemu,

“Apa loe lihat-lihat cari masalah lagi ma aku ?” Teriak Arifin yang saat itu mengagetkan seluruh kondisi kelas.

“Praaaaakkkkkkk” tangan Ridho memukul meja sembari berdiri menantang.

“Heh saudara yang terhormat, hati-hati apabila anda ingin memulai santapan pagi dikelas ini !” Jawab Ridho memutuskan gertakkan Arifin.

Aku hanya terdiam linglung. Aku tidak tahu Apa yang sebenarnya telah terjadi. Jujur ini suasana yang sangat mengagetkan karena Aku, Arifin, Ridho, dan ada 1 rekan kami si Amin adalah teman yang sangat akrab dan bahkan kami telah menganggap satu sama lain sebagai saudara sendiri. Tapi, kok tiba-tiba hal seperti ini yang terjadi. Ini telah diluar dari sknario cerita pesahabatan kami berempat. Tapi, apa yang membuat skenario itu berubah?

Situsi semakin memanas Ketika Ridho beranjak dari duduknya dan ia berjalan dengan amarah yang terbaca lewat jejak langkahnya yang benar-benar meninggalkan karakter kesehariannya yang tenang.

“kamu nantangin aku?” teriak Ridho sembari menunjuk mata Arifin

“Uy Berengsek kamu yang nantangin aku.mau cari mati?” balas Arifin.
Mengingat situasi seperti itu benar-benar aku tidak bisa berbuat apa-apa. Pertengkaran diselingi kekerasan badanpun terjadi. Mereka saling berbalas pukul, dorong, dan lain sebagainya. Ku ambil sela ditengah pertengkaran mereka. Jikapun badan ini harus jadi korban figuran dalam bagian inipun aku rela.Aku pisahkan mereka berdua. Suasana kelas semakin ricuh tidak ada yang berani mendekat ke mereka karena seluruh teman-teman yang sudah datang semuanya adalah perempuan. Berulang kali badanku harus menahankan sakit karena aku menjadi korban salah sasaran dalam perkelahian mereka.

“Stop !!! apa-apaan kalian berdua, bukankah kita bersaudara. Dan pertengkaran sampai hal yang barusan kalian lakukan. itu bukanlah sebuah kata dalam kamus persahabatan … “ leraianku tak membuahkan hasil justru Arifin malah mengretak aku,

“kamu gak tau apa yang terjadi. Jadi mending kamu tidak usah ikut campur urusan kami berdua. Sekarang kamu pilih antara aku atau si penghianat itu?” kata Arifin,

“Penghianat? Maksudmu? Sakali lagi hati-hati kalau ngomong. Atau ….”

“atau apa? serentak Arifin menyela,

“kamu benar-benar keras kepala!”

“Praaaaaaaaakkkkkkkkkkk” kembali Ridho Menampar Arifin

Serentak Arifinpun kembali naik darah. Ia membalas tamparan Ridho.Suasanapun kembali memanas..

“ Sudahhhhhhhh…. Apa-apaan kalian” reraiku,

“ku tunggu kau diluar kampus !” ancam Arifin sembari meninggalkan kelas,

“Arifiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnn !!! “ teriakku memanggil,

“Dasar pengecut, lari aja loe !” maki Ridho,

“Udah dong apa-apaan kalian berdua. Malu tau didengar orang banyak. Kalau sampai dosen tahu juga panjang urusannya. Udah kamu tenangi diri kamu aja dulu !” hiburku sembari menghantarkan Ridho ditempat duduknya semula. Suasana kelas kembali tenang.

“Yan, kamu pergi aja dulu deh dari sini. Aku pengen sendiri!” ucap Ridho sembari menghembuskan nafas amarahnya yang ditahannya.

“Tapi dho..”

“Udah kamu pergi aja dulu deh biarin aku nenangi diri” Bentaknya kasar

Aku menghela nafas perlahan, sejenak aku beranjak menjauh dari tempat itu,

*****

“Ya Tuhan apa yang terjadi dengan kedua sahabatku? Penghianat? Pengecut?” ku berusaha menjawab semua kemungkinan dari pertanyaanku itu sendiri. Aku telah gagal sebagai penjaga gawang di area pertahanan persahabatan kami,

Teratai-teratai mekar,
Menguncup dipagi hari tanpa sebab,
Mungkinkah layu tapi tak tua,
Ataukah mimpi tapi tak manusia,
Aku gerah melihatnya,
Ingin ku petik tapi tak mengerti,
Hanya diam beribu patri,
Menunggu jawab yang mudah-mudahan tiba.
( Teratai-teratai Mekar. Oleh : Vyan Aziz. Palembang, 3-6-09. 22:33)
Tak selang beberapa lama, Nampak seorang pria berbadan gemuk pendek mempergunakan baju putih panjang berkerah. Sedikitnya aku merasa ada setitik cahaya yang datang,

“Amiiiiiiiiiiiin?” bibir kecilku berteriak kecil.

“Oy yan, tumben ada diluar pagi-pagi seperti ini. Nyari cewek ya?” Sapanya menggodaku.

Tak sewajarnya aku acuh terhadap godaan Amin, karena diantara yang lainnya si Amin jauh lebih usil. Dan biasanya juga aku selalu membalas bercandaan Amin, tapi saat itu sepertinya insting usilku terkunci. Amin pun tersadar. Ia menemukan sebuah situasi yang aneh dari sikap cuekku hari itu.

“Uy yan, kesambet ye?. Diem aja dari tadi !” Tanyanya penasaran tapi tak meninggalkan kekonyolannya yang mungkin sudah melekat tak terpisahkan dari sikapnya.

“Iya kesambet pacar kamu. Pacarmu kan setan penghuni kampus ini.” Jawabku membalas sedikit bercandaannya.

“kurang ajar . Orang Tanya serius!”Jawabnya seraya bercanda,

Aku menarik nafas dalam-dalam. Kuatur Intonasi yang tepat agar aku dapat menjelaskan kejadian tadi dengan serius. Karena aku yakin berbicara serius sama Amin butuh konsentrasi yang tinggi.

“Min, dikelas tadi si Ridho sama Arifin berkelahi.” Jawabku sedikit kesel,

“Berkelahi? Uy yan Ultah aku masih bulan Februari nanti. nga mungkin kamu mau ngerjain aku sekarang. Cari joke yang lain dong, gak lucu kale !”

Huh aku menghembus nafas dalam-dalam,

“Amiiiiiiiiiiiiiiin, mau curhat sama mama dedeh, cape deh ngomong ma loe tuh !” jawabku sambil menggaruk-ngaruk rambutku tanda binggung.

“ Ha..ha.. bisa aja kamu buat pantun! Beli dimana pak?” Ledeknya,

Wah anak ini benar-benar ngejengkeli sekali. Ingin sekali-kali aku cubit pipinya.Habisnya susah banget diajak seriusan,

“ Eh… Kolong wewe, aku nih serius!” nadaku meyakinkan
“Serius yan?”
“min, tau kan kalau biasanya siang tuh panas, terus kalau panas tanah kan tandus, terus ditambah ga ada bus, dan loe mau mampus?, ga kan? Aku nih serius!”jawabku meyakinkan,

“What? Jadi serius ya omonganmu tadi? Duh mana panas, tandus, ga ada bus, mampyus deh….. kenapa dari tadi nga bilang kalau kamu serius” Celoteh Amin mengakhiri bercandaannya. Dari raut wajahnya sepertinya peran Seorang Amin telah mulai masuk dalam cerita ini.

“ Amiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnn, Kesel ngomong sama kamu tuh!!!”

Sejenak aku ceritakan semua yang telah ku saksikan dan ku ketahui. Dengan tak seindah mengarang aku mulai menaratifkan peristiwa yang terjadi dari pertama kali aku masuk kelas sampai aku berada diluar kelas seperti sekarang.Aku juga menasehati Amin agar jangan mendekati Ridho dulu, karena aku tahu pada saat orang emosi bukan saatnya kita mendekat pada waktu emosinya memuncak.

“Lalu apa yang bisa kita perbuat?” Tanya Amin,

Aku hanya menggeleng kepala.
******
2 Hari telah berlalu, tapi masalah mereka tidak juga berkunjung reda. Tapi, setidaknya sekarang mereka tak saling memaki lagi. Sepertinya mereka juga bisa dikatakan cukup dewasa karena perselisihan tidak harus selalu diperpanjang dengan kekerasan. Tapi alangkah disayangkan persahabatan yang sudah dibina beberapa bulan terakhir dari pertama kali kami berada di Kampus baru ini, harus rusak dengan sebuah perkara yang sampai sekarang aku dan Amin tidak saling mengetahui apa yang terjadi pada mereka. Mungkin aku harus membenarkan Alfalink pribahasa yang mengatakan Karena nila setitik rusak susu sebelangga dan itulah istilah yang mungkin tepat sekali dengan peristiwa yang sedang kami alami. Aku dan Amin semakin merasa tak bisa bergerak, kami tidak mau di cap sebagai sekutu dari salah satu pihak. Apabila kami harus dekat dengan Ridho tentunya akan menimbulkan praduga negatif dari Arifin demikian sebaliknya. Tapi alangkah disayangnya kami tidak punya sebuah takaran timbangan yang akurat untuk menimbang sebuah keadilan dan kenetralan dari pelik masalah yang melanda mereka.

“Aku bagai bilik yang kosong,
Tertiup angin kecilpun mungkin akan roboh,
Karena tanpa ada tiang,
Tanpa Ada kata,
Hanya diam…
Tapi antara kiri dan kanan,
Kanan dan kiri tak ada yang ku ketahui dimana
tengahnya,
Aku terbelangak diam,
Akankah ini akan menjadi cerita hayat,
Ataukah novel yang akan berakhir dengan catatan
cerita yang Berbeda,
Oh Tuhan Beri aku gerak untuk melangkah !!!”
(Bimbang. Oleh : Vyan Aziz. Palembang 11-03-2009. 10:11)

Besok telah menjadi hari ke-3 dari permasalahan mereka. Aku semakin sedih mengingat kejadian itu. Bukankah dalam agama membatasi perselisihan hanya sampai hari ke-3. Tentunya sebagai seorang sahabat aku tidak menginginkan mereka berdosa dan tentunya juga Tuhan akan mencatatkan dosa kepadaku lewat malaikatnya apabila aku tak bisa membuat mereka kembali pada hubungan semula. Malam ini akan menjadi malam yang panjang bagiku. Akankah aku dapat membuai mimpi indah atau sebaliknya?

Sampai saat inipun aku seperti tak mempunyai sebuah semangat bahkan kekuatan untuk bertindak. Tapi tak ada alasan bagiku untuk tidak kuliah hari itu. Ku awali hariku dengan Bismillah dan semoga hari ini akan menjadi hari yang berkesan dan bisa menjanjikan pembelajaran bagiku.

Aku melangkah dalam ribuan ketidakpastian. Tak ada minat yang ku lepas saat itu. Sebagai seorang penyiar akupun seakan tidak berkompeten. Karena aku tak mempunyai bahasa lagi untuk dapat menyatukan serpihan-serpihan yang telah tercecer dari makian mereka.
Sampai didepan kampus, sama sekali tak ku pasang senyum dibibirku. Meski puluhan sapa menegurku. Aku hanya bisa menjawab dengan insyarat tangan saja. Entah sepertinya aku kehilangan Kekuatan saat ini.Aku menaiki satu per satu tangga-tangga itu, ku biarkan kaki ini menghantarkan badanku menuju cerita-cerita yang masih tanda Tanya besar. Beban berat itu seakan ku bopong sendiri. Dulu Ridho, Amin, dan Arifin adalah nama-nama yang memberi aku kekuatan dikampus itu. Tapi sekarang, semua berbeda aku seakan memainkan sebuah peran yang tak aku inginkan. Konteks klimaks yang masuk kedalam cerita ini tak bisa ku terima lewat akal jernih. Aku hanya bisa pasrah. Kekuatanku ada pada Allah dan apabila niatku telah baik, Insya Allah ia akan Bantu aku lewat perantara tangan-tangan malaikatnya.

Posisi kelas semakin dekat kutuju.Sebelum ku mengijakkan kaki didalam kelas benar-benar aku tidak menyangka. Kira-kira 25 langkah sebelum menuju kelas aku telah mendengar suara ribut yang mungkin itu berasal dari dalam kelasku. Hipotesisku semakin kuat ditambah dengan ramainya teman-teman kelas lain yang berdesak-desakan memenuhi pelataran kelasku. Sejenak aku hanya berdiri linglung. Tak ada yang ku pikirkan saat itu.Lalu apakah dan siapakah yang terjadi dan yang berbuat?

“Ridho? Arifin? Oh Tuhan Apakah mereka?”

Aku berlari cepat mengejar 25 langkah kaki yang membentang didepan. Perasaanku tak karuhan ada rasa takut, kesal, kecewa semua bercampur aduk menjadi satu. Saat aku sampai di depan kelas

“Astaga !!!”

Hanya itu yang dapat terucap dari bibirku membahasakan apa yang aku lihat di depan mata. Sungguh tidak percaya kulihat Ridho dan Arifin sudah berguling-gulingan dibawah lantai mereka seakan telah diperbudak setan.Mereka seakan saling menganiaya lawan peran mereka masing-masing. Teman-teman perempuanku hanya bisa melihat dengan ketakutan dan juga ada yang menangis, Amin kebingungan berulang kali ia menghampiriku dan bertanya

“kita harus bagaimana yan? Aku sudah memisahkan mereka tapi sama sekali aku tk kuasa. Justru berulang kali tubuhku terbanting dari perkelahian mereka.Ayo yan lakukan sesuatu ! “ Rengek Amin dengan cemas.

Rengekan itu sama sekali membuatku semakin bergetar. Aku tak tahu harus berbuat apa, didepan matakupun mereka saling memukul dan saling melukai. Apa yang bisa aku rerai. Aku bagai sebuah katak dalam tempurung yang mungkin tidak bisa sama sekali untuk berbuat apa-apa.

Peristiwa semakin genting melihat Widya terjatuh pingsan. Tangisan anak-anak perempuan tak bisa lagi terbendung.Teman laki-laki dari kelas-kelas sebelahpun juga telah angkat tangan dengan situasi itu. Suasana saat itu benar-benar tak ku mengerti siapa sutradara yang sehebat itu membuat sknario cerita yang mendebarkan seperti ini. Aku semakin terdesak, ku rerai mereka tapi apa daya emosi mereka seakan telah mencapai ubun-ubun kemarahan yang jauh sangat memuncak, berulang kali tubuhku menjadi korban salah sasaran mereka. Berulang kali juga tubuhku harus terbanting dilantai. Oh Tuhan, apa yang bisaku lakukan. Aku takut mereka Kenapa-kenapa, tapi disisi lain aku juga takut kejadian itu diketahui dosen. Dan tentunya kejadiannya akan rumit bukan cuma di Skorsing bahkan mungkin juga bisa mengancam pendidikan mereka.

Anak cucu Adam hari ini berbaris,
Tapi bukan berbaris rapih sayang…
Terdesak mereka pada himpitan emosi,
Membahana luka melukai setiap sesempit,
Menjarah salah, tapi tak mau disalahkan,
Aku yang benar…
Tapi dia juga mengaku benar…
Sekali lagi iblis tertawa,
Karena terulang kisah adam-hawa yang salah,
(Biarkan Aku yang benar. Oleh : Vyan Aziz. Pibg, 3-6-2009. 23 :20)

“Kamu fikir aku takut?”

“Heh pengecut seperti kamu juga bisa apa?”

“Daripada kamu.. Paling-paling hanya bisa mengadu”

“Brengsek kau binatang !”

Pertengkaran itu sepertinya tak bisa lagi dilerai. Aku juga telah kehabisan akal.tak ada jalan lain aku harus keluar. Aku akan meminta bantuan salah seorang dosen. Apapun Resikonya,karena jika aku diamkan aku akan menjadi seorang yang akan tidak berguna dalam persahabatan ini. Serentak aku keluar kelas dan Aminpun sempat bertanya,

“Mau kemana yan?”

Aku hanya bisa menjawab “ Kekantor pengajaran !”

“Jangannnnnnnnnnn yan !” teriak Amin,

Entah mengapa Amin malah menghalangiku untuk tidak pergi kekantor pengajaran. Tapi mungkin saat itu waktu tak tepat untuk sekedar berhipotesis. Melihat dua saudaraku masih saling melukai dan saling menyakiti aku tak kuasa melihatnya. Aku kembali meniatkan untuk melaporkannya ke kantor pengajaran. Apa yang terjadi dan konsekuensi yang akan mereka alami itu bagiku lebih baik dari pada ada diantara mereka harus ada korban. Aku berlari sekencang mungkin keluar dari kelas, tanggapun seakan menyedot tenagaku. Tapi aku tetap bertahan untuk berlari sekencangnya sebelum terlambat.dalam larianku yang selalu ku ingat panggilan Amin yang kelihatan khawatir dengan tindakkan aku tersebut. Entah apa yang membuat dia sekhawatir ini padahal aku hanya berniat yang terbaik.

Lewat langkah seribuku,sepertinya menjadi catatan panjang menuju Pengajaran. sesampainya dilantai dasar. Aku berhenti sejenak Ku atur nafasku perlahan ku ambil dan hembuskan, keringatpun tak henti-hentinya mengucur deras membasahi tubuhku. Pertanyaan orang-orang yang menyapaku seakan membuat hati ini semakin jengkel. Tapi ku tahan kejengkelan ini. Aku mulai kembali berjalan dengan sisa-sisa tenagaku.

Dibelakang sana ku dengar Amin memanggilku dari belakang sembari mengejarku. Sepertinya ada satu hal yang akan disampaikan.

“Yan, tunggu sebentar !” Teriakan itu seakan menjadi lampu merah buat langkahku untuk segera berhenti.

Sejenak aku berhenti ditengah desahan nafas yang tak karuan lagi. Amin mendekatiku dengan raut lusuhnya.Apa yang kulihat dari kondisinya sepertinya sama persis dengan apa yang ia lihat dari kondisiku yang sama-sama lelahnya.Amin mendekatiku dan dengan suara yang terbata-bata

“Yan, jangan laporkan kejadian ini ke Pengajaran. Aku khawatir mereka bisa dikeluarkan dari Kampus ini.” Jelas Amin,

“Aku tak bisa membiarkan mereka terus seperti itu. Telah lama kita berdiam diri. Tapi sungguh tak ada hasilnya bukan?” Belaku,

“Aku tahu maksudmu, nah sekarang kalau seandainya mereka sampai di skorsing atau sampai dikeluarkan. Imbasnya bukan Cuma di mereka tapi juga bisa di kita juga. Siapa tahu justru malah mereka dendam gara-gara kita melaporkannya di Pengajaran sehingga kasus mereka diproses. Kamu mau seperti itu?” Tambah Amin,

Aku hanya terdiam linglung. Tak tahu mana yang harus aku lakukan. Semua serba salah. Aku bagai Air dalam daun Talas. Sama sekali tak bisa memilih satu pendirian yang baik.Mendengar Nasehat itu seakan semua telah berakhir, cerita yang aku kira bisa menjadi sebuah happy ending ternyata harus berakhir dengan Tragedi. Aku seakan seorang penyair yang tak menemukan lagi inspirasi untuk syair-syairnya.
Diantara batu dan kerikil,
Aku terjulang lemas tak tahukan arah,
Tak ada lembar kosong lagi yang bisa ku jamak,
Hanya seikat kata yang tertanam tapi tak tumbuh
pada karya,
Aku ternista pada langkah yang lambat,
Seribu langkahpun tak mampu mengejar,
Hanya sesal beribu arah,
Yang mampu kehantam lewat cerita.
(Vyan Aziz, Palembang; 11-03-2009; 11:53)

Ku hentakkan kaki perlahan demi perlahan, meski tak kuasa lagi karena beban berat menyulam didada. Aku berdiri sejenak dan kembali berjalan. Disebelah kananku Amin bak sebuah tongkat, yang bisa buat aku tetap berdiri meski dengan kepincangan.

“ Kita kembali kekelas saja!” pinta Amin,

“tapi …. “

“Kita berharap saja didalam telah berubah!” Hibur Amin,

Aku hanya diam. Tapi diamku seakan mengiyakan nasehat Amin.Iapun merangkulku dan kita bersama-sama kembali menuju kekelas. Dalam kepincangan lelah hanya satu harapan yang bisa kami lihat yakni Mukjizat dari Masalah ini.

Langkah kamipun terus menghentak sampailah kami didepan kelas, ku buka pintu kelas yang sempat tertutup. Memang agak aneh kelas yang tadinya ramai mengapa tiba-tiba sekarang berubah sepi. Lantas siapa yang menutup pintu itu. Keadaan ini tak bisa dibenarkan logika. Kamipun segera masuk.

sungguh tak ku sangka. Suasana hening, deretan tangis tak lagi ku dengar. Seribu mata memandangku. Tapi tak ada satupun yang berani kubalas pandang. Ku berusaha mencari sesuatu.Tapi pandangan tak menghasilkan. Ku lihat Widya yang tadi tergeletak , sekarang ia telah terduduk lemas ditemani Cica, Fitri, Putri, Intan,dan Yuli.

“Dimana Ridho dan Amin?” teriakku kepada teman-teman

Tak ada yang menjawab satupun dari semu yang ada dikelas itu. Hatiku semakin tidak karuan. Aku berubah garang dan malah memaki

“ Kalian tidak punya perasaan, dimana semangat cinta pertemanan kalian? Kalian tahu teman kalian sedang berkelahi. Tapi mengapa kalian malah diam dan justru malah menonton seolah-olah mereka tontonan. Lantas puas kalian semua? Kenapa diam? Jawab !.”
“Yan….!”

Sejenak ku merasakan ada 2 tangan yang menepuk pundakku serta suara yang memanggilku. Dan yang pasti itu bukan tangan Amin karena aku tahu persis posisi Amin berada didepanku.Ku putarkan kepala ini mencari jawaban di belakang. Dan kutemui disana senyum yang merekah dari 2 sahabatku yang hilang bebrapa hari yang lalu.

“Selamat ! “ Ucap Arifin memelukku !
Tepuk tangan meriahpun tak lepas dari situasi saat itu. Mereka bersorak gembira.Aku semakin tidak mengerti apa yang terjadi, Apa arti kata
selamat dan tepuk tangan itu ?

“ Ada yang ingin kami perlihatkan kekamu yan !” Kata Ridho sekaligus Membuka Isi tasnya.

Ada Sepucuk surat yang diserahkan Ridho Untukku,

“Surat apa ini?” Tanyaku penasaran,

“Kau bukalah sendiri dan kau akan tahu apa isi surat itu!” Jelas Ridho sembari menyerahkan surat itu ke aku.
ku lihat bagian-bagian dari amplopnya bertuliskan nama Universitasku.Surat itu sepertinya resmi. Ku buka surat yang beramplopkan putih besar itu, dan ku baca seksama didalamnya Ternyata isi surat tersebut menyatakan permohonan pengajuan Beasiswa belajar ke Malaysia distujui oleh Dekan dan aku akan menjadi satu-satunya perwakilan Universitas ini untuk mengikuti tes selanjutnya.

Senyumku merekah dan mereka memelukku erat-erat serentak kami melonjak gembira.

“Maafkan kami sobat, kami telah mendapatkan surat ini 4hari kemarin tepatnya sebelum kita bersandiwara musuhan. Kami ber-3 telah merancang semua ini, dan tentunya salah seorang Dosen telah menyetujui dan merestui cara kami menyampaikan kabar gembira ini.” Jelas Arifin,

Ridhopun menyahut; “Kami tak bermaksud untuk membuatmu bersedih. Tai hanya inilah yang bisa kami berikan kekamu dari prestasi yang telah kamu raih. Sekali lagi Selamat soba!”

“ Asal kamu ketahui persaudaraan kita jauh lebih bermakna daripada sekedar emosi semata.Semua yang terjadi beberapa hari terakhir ini hanyalah sandiwara sekali lagi hanyalah sandiwara” Tambah Arifin,
Kamipun berempat menangis haru, tak ada ucap kata yang keluar dari bibirku kecuali hanya ucapan terima kasih dengan lafal yang terbata-bata.

“Kalian benar-benar aktor yang sangat profesional. Sialan hampir saja aku depresi gara-gara memikirkan kalian.” Gurauku,

“Ya sudah sekali lagi maaf yah !” ucap Ridho,

“Eits, jangan cuman tangis-tangisan dong. Yang lagi seneng harus traktir kami-kami disini bener ga teman-teman !” Celoteh Amin,

“benar.. traktir.. traktir.. traktir …. … … “ teriak teman-teman seluruh kelas.

“Iya.. iya.. besok semua aku traktir deh karena hari ini aku lagi tidak banyak bawa uang!” teriakku,

“Horeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee “ sorak gembira itu berkumandang,

Ridhopun berkata; “ Satu hal yang bisa menjadi pelajaran bagi kita, saat persahabatan diuji kesetiaan kawan dan semanagat untuk memperbaikinya adalah kunci utama.”

“dan apa yang kami mainkan tadi tak lain halnya hanya sekedar melatih kamu kelak bagaimana kamu akan hidup jauh tanpa kami. Karena itu yang akan kamu alami sesaat lagi !” tambah Arifin.

“ Eh kalau sudah sampai ke Malaysia nanti jangan lupain kami-kami yang disini,terus jangan lupa cariin kami cewek-cewek Malaysia yang cantik yah!” pinta Amin

“ Enak aja, Cewek Malaysia nga mungkin suka sama kamu. Malu tuh sama muka” Ejek Arifin ke Amin

“Pokoknya kamu hari ini pulang dulu saja. Dipersiapin semuanya jangan lupa nanti sebelumnya kamu disuruh bapak Dekan untuk menghadapnya ke Ruangannya. Disitulah mungkin segudang informasi bisa kamu peroleh,dan ini ada bingkisan buat kamu dari teman-teman sekelas. Ya hitung-hitung penghargaan atas prestasimu !” Jelas Ridho

Aku hanya tersenyum kecil, sekali lagi aku hanya mampu berucap,”terimakasih.. terimakasih.. terimakasih sobat..” dan kembali kita saling berpelukan dan tiba-tiba ………………..,

“VIaaaannnnnnnnnNNNNNNNNNNN bangggggguuuuunnnnnN !” Suara ibu mengelegar diniangan telingaku.

“Oh Ternyata, aku sedang Bermimpi !”

Palembang, 11 Maret 2009
Jam : 13 : 03
Judul : Saat persahabatan diuji

Direvisi Kembali, 04 Juni 2009
Jam : 00 : 25
Judul : Ujian untuk Sahabat

Perevisian Judul ke-3, 18 Juli 09
Jam : 07.13
Judul : Ketika Aku harus

naskah siswa berprestasi-Bahasa Indonesia kelas XI SMA Oleh: ALVIAN kURNIAWAN

1. Pemerintah Kota Palembang menaikkan angka anggaran minyak sebesar 5,5 persen dari angka tahun kemarin. Hal ini terbukti karena pada tahun ini naik menjadi 17,5 persen. Sedangkan, di tahun kemarin adalah 12 Persen.
Pemerintah kota ( PEMKOT) memberlakukan hal tersebut dikarenakan subsidi gas Elpiji yang telah direalisasikan sejak 1 tahun yang lalu belum dapat menjawab sepenuhnya tentang kesejahteraan masyarakat dalam memenuhi standarisasi kebutuhan akan BBM. Sehingga, kebutuhan masyarakat terhadap minyak masih cukup besar.
Dalam hal tersebut dikhawatirkan pasokan minyak yang diperdagangkan dikota ini akan menjadi kebutuhan minim. Sehingga, bisa jadi akan terjadi pembengkakan harga tinggi untuk standarisasi harga minyak di Kota Palembang dan sekitarnya.

Gagasan utama pada wacana diatas adalah ….

a. Kebutuhan minyak masyarakat Palembang masih tergolong tinggi. Sehingga, dapat mengakibatkan semakin mahalnya harga minyak di Kota Palembang.

b. Subsidi Gas Elpiji masih perlu ditingkatkan guna mengantisipasi kekurangan BBM di Kota Palembang.

c. Pemerintah kota Palembang telah menaikan persentase anggaran untuk direalisasikan untuk kebutuhan minyak sebesar 5,5 persen dari angka tahun sebelumnya.

d. Pemerintah Kota Palembang mendukung sepenuhnya dalam mematikan angka kebutuhan minyak agar kesejahteraan dapat dicapai.

e. Gas Elpiji telah direalisasikan sejak 1tahun yang lalu. Harusnya kebutuhan masyarakat akan minyak seharusnya menurun.


2. Aku kembali ke Kabinku dengan bahan yang kuperlukan. Di depan kaca kucoba pakaian baruku. Tiba-tiba aku merasa puas. Keyakinan akan kesanggupanku kembali datang merasuk hati. Aku akan menari dengan baik . Tetapi aku masih menyesali pakaian tari Baliku yang ku kirim langsung ke Perancis bersama dengan pakaian dingin kami. Aku dengan tidak mengatakan dengan suamiku mengharapkan akan menemui kenalanku yang bekerja di televisi. Kalau aku berkesempatan menari di sana, aku akan bisa membeli barang-barang keperluanku sendiri. Charles terlalu pelit untuk diharap menghadiahiku sepasang sepatu Perancis yang ramping dan cukup bagus.
( Dikutip dari : “Novel Pada Sebuah Kapal. Karya Nh. Dini)
Dari penggalan Novel diatas, sudut pandangnya adalah ……
a. Orang Pertama Pelaku utama,
b. Orang Pertama Pelaku diluar cerita.
c. Orang kedua pelaku utama.
d. Orang ketiga pelaku utama.
e. Orang ketiga pelaku sampingan,

3. No : 20 / ALV / 2010
Lamp : -
Hal : Undangan Rapat

Dengan hormat,
kami mengundang Saudara untuk menghadiri rapat yang akan diselenggarakan pada :
Hari/tanggal : Minggu, 21 Februari 2010
Tempat : Balai Desa
Acara : Pembentukan panitia Voli.
Kehadiran saudara/saudari sangat kami harapkan. Atas perhatiannya dan kehadirannya, kami sampaikan sebanyak-banyaknya terima kasih.

Kesalahan yang terdapat dalam penggalan Surat Resmi diatas adalah …
a. Tidak adanya lampiran dan isi undangan yang
sesuai dengan undangan tersebut.
b. Bahasanya kurang sopan dan menarik.
c. Kata mengundang seharusnya diganti dengan
menginformasikan, Februari seharusnya ditulis Pebruari.
d. Penggunaan huruf kecil di awal pembukaan
surat, kalimat penutup kurang efektif
bahasanya.
e. Seharusnya setelah tempat “Balai Desa” harus
diberikan alamat lengkap.

4. Sungguh tak disangka-sangka. Anisa yang dari dulu ingin sekali bertemu dengan idolanya tersebut, pada hari itu, ia berkesempatan melihat langsung dengannya. Diiringi dengan teriakan histeris dari fans-fansnya. Maka, melintaslah Pasha Ungu dari belakang layar yang ditutupi tirai berwarna hitam. Kali ini, Pasha terlihat gemuk, Dengan mengenakan baju berwarna putih ia langsung berteriak menyapa fans-fansnya yang telah lama menunggu kehadirannya.
Suasana semakin ramai. Saat Pasha menyanyikan lagu terbarunya yang berjudul “ Cinta gila” dengan suara yang khas dimilikinya ia menyihir para pengunjung yang sangat ramai tersebut.

Dari Penggalan wacana diatas. Tergolong dalam jenis karangan apakah wacana tersebut ?
a. Narasi
b. Deskripsi
c. Eksposisi
d. Argumentasi
e. Persuasi

Perhatikan tabel dibawah iuni untuk menjawab soal nomor 5, 6, 7 !
Kemarin, Choky belajar membuka buku
a b c d e
f g h i J
k

5. Jika “a, b, c, d, dan e” adalah pola fungsi kata.
Maka, pola pernyataan dibawah ini yang benar adalah …..

a. (a) = Keterangan, b) = Objek,(c) = Predikat
b. (e) = Subjek, (d) = Predikat, (b) = Subjek
c. (c) = Predikat, (a) = Subjek, (b) = Objek
d. (a) = Subjek, (b) = Predikat, (c) = Objek
e. (c) = Predikat, (e) = objek, (b) = subjek

6. Jika “f, g, h, I dan j“ adalah jenis katagori kata.
Maka, Pola pernyataan dibawah ini yang benar adalah. Kecuali , ……….
a. (i)= adverbia, (g)=pronomina
b. (h)= Verba, (j) = Nomina
c. (a) = adverbia, (h) = nomina
d. (j) = nomina, (g) = nomina
e. (h)= Verba, (a) = adverbial

7. Jika ( K ) adalah Frase (Kelompok kata) maka, (K) adalah frase ……….
a. Frase Nomina
b. Frase Verba
c. Frase Adjektiva
d. Frase Preposisi
e. Frase Adverbia

8. Pak Rudi adalah seorang Kepala Sekolah disalah satu SMA Negeri di Kota Bandung. Pada Suatu hari, ia berpidato pada hari Senin. Dalam berpidatonya, Pak Rudi mempergunakan catatan kecil yang ia bawa di tangannya. Bukan berarti catatan kecil tersebut akan ia bacakan begitu saja. Melainkan, catatan tersebut akan ia pergunakan pada saat ia lupa akan apa yang akan ia sampaikan. Dalam catatan kecil itu, Pak Rudi hanya membuat beberapa kerangka informasi saja.
Dari Penggalan Cerita diatas. Jenis teknik berpidato yang disampaikan oleh Pak Rudi adalah …..
a. Pidato manuskrip,
b. Pidato impromptu,
c. Pidato Upacara,
d. Pidato Memoriter
e. Pidato Ekstemporan,

9. Tidak lama. Dengan rasa penasaran, kucoba melirik orang-orang disekelilingku. Disebelah kiriku, seorang gadis berambut panjang menarik hatiku. Sambil melirik, ku perhatikan dia. Rambutnya pirang, kulitnya kuning indah, matanya memandang sayu; ditambah dengan bibirnya yang tipis, dia membuat jantungku berdetak hebat. Rasanya aku mengenalnya. Tapi, di mana?
Dikutip dari : Menulis Secara Populer, Ismail Marahimin

Dari Penggalan paragraf diatas. Paragraf tersebut tergolong jenis karangan ….

a. Narasi Ekspositoris
b. Narasi Impresionis
c. Deskripsi Impresionis
d. Eksposisi klasifikasi
e. Deskripsi Ekspositoris

10. Perhatikan penggalan puisi dibawah ini !

Berdarah

Hari ini aku berdarah.
Kapak merah menakik almanakku.
Pecahlah Rabuku, Mengalirlah,
Pecahlah seninku, mengalirlah,
Pecahlah Selasaku, mengalirlah
……………..

(Karya : Sutardji Calzoum Bachri)
Dari penggalan puisi diatas. Gaya bahasa yang dipergunakan penyair adalah ….
a. Metafora d. Eufemisme
b. Asosiasi e. Personifikasi
c. Litotes

11. Diagram Ciri-ciri Drama
1 Bentuk Uraian Dinikmati perorangan Dinikmati kolektif
2 Bentuk Individual Kolektif Adegan
3 Bentuk Dialog Kegiatan kolektif Gerak (akting)
4 Bentuk pentas Dinikmati perorangan Tidak kolektif
5 Bentuk narasi Kegiatan presentasi Tidak kolektif
Ciri-ciri Drama terdapat pada Nomor?
a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 e. 5

12. A. Mereka berjalan bergerombolan.
B. Gerombolan itu dibekuk Polisi.
Dari kata Gerombolan A, jika ditransformasikan ke kata gerombolan B. Maka, akan terbentuk perubahan makna jenis ….
a. Sinestesia d. Peyorasi
b. Ameliorasi e. Spesialisasi
c. Generalisasi

13. Berikut ini yang tergolong kalimat yang terdapat kata jenis Homonim adalah, kecuali….
a. Bang Adji menabung di Bank
b. Bisa ular itu bisa mematikan
c. Rifqi mandi 3kali di kali
d. ibu Meyke menetap di Ibu Kota
e. Hak pembeli untuk menentukan ukuran hak sepatu yang hendak mereka beli.
14. Si Mbok sedang beristirahat di beranda.
Sekali dilayangkannya pandangannya di arah nampan-nampan besar berisi tembakau ranjangan yangtengah di jemur dipekarangan rumah. Tampaknya si Mbok baru saja pulang membantu Bapak di Ladang, Camping kerjanya dikibas-kibaskan ketubuhnya yang basah oleh keringat. Wajah tua itu tampak begitu letih.

Nilai moral yang terkandung dalam kutipan cerpen diatas adalah….

a. Orang tua yang tetap gigih bekerja keras
b. Orang tua yang susah payah hidupnya
c. Orang tua yang tidak mengenal rasa lelah
dalam bekerja
d. Orang tua yang tidak mau menggantungkan hidupnya dengan orang lain.
e. Orang tua yang tidak kenal waktu dalam bekerja

15. Perhatikan tabel dibawah ini!
Data Jumlah Ekspor Barang/ tahun
Tahun/ Barang 2001 2002 2003
Karet 1.567 kg 1.555 kg 1.345 kg
Beras 5.987 kg 5.876 kg 3.221 kg
Kayu 456 kg 567 k9 432 kg
sapi 6.987 k9 7.455 kg 10.908 kg
Susu 6.871 kg 4.441 kg 7.113 kg
Minyak 1.234 k9 1.341 kg 1.312 kg
Pernyataan yang benar dari tabel diatas adalah...
a. Jumlah ekspor karet selama 3 tahun berturut turut lebih sedikit daripada jumlah ekspor minyak selama 3 tahun berturut-turut.

b. Rata-rata dari ekspor sapi selama 3 tahun adalah 8451 kg.


c. Jumlah ekspor dari 6 barang pada tahun
2003 lebih sedikit dibandingkan jumlah ekspor dari 6 barang pada tahun 2001.

d. Jumlah total tertinggi dari kegiatan ekspor adalah pada tahun 2002,

e. Dalam 3 tahun berturut-turut jumlah ekspor paling banyak ke-4 adalah karet.


16. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan tanggapan. kecuali …..
a. Tanggapan harus sesuai dengan masalah
b. Tanggapan disertai dengan alasan logis
c. Tanggapan disesuaikan dengan pemahaman
individualis.
d. Tanggapan disampaikan dengan komunikatif
e. Tanggapan disampaikan dengan bahasa yang
santun.


17. (1) memilih narasumber untuk diwawancarai,
(2) Menulis hasil wawancara kedalam
Paragraf dengan mempergunakan EYD,
(3) Menentukan topik,
(4) Menyusun daftar pertanyaan
(5) Mencatat pokok-pokok informasi yang
diperoleh.
Urutan yang tepat untuk menyusun langkah-langkah kegiatan Wawancara adalah …..

a. (3), (1), (5), (4), (2)
b. (3), (4), (1), (5), (2)
c. (3), (1), (4), (5), (2)
d. (3), (4), (5), (1), (2)
e. (3), (1), (4), (2), (5)

18. Berikut ini yang bukan merupakan Karya sastra lama yang berbentuk Gurindam adalah …
a. Kurang pikir kurang siasat
Tentu dirimu akan tersesat

b. Gendang gendut tali kecapi
Kenyang perut senanglah hati

c. Barang siapa mengenal dunia
Tahulah dia barang yang terpedaya

d. Jika Suami tiada berhati lurus
Istripun kelak menjadi kurus

e. Barang siapa tinggalkan sembahyang
Bagai rumah tiada bertiang

19. Berikut adalah karya-karya Chairil Anwar. Kecuali….
a. Tirani d. Kerikil tajam
b. Kerawang bekasi e. Kena Gempur
c. Tiga menguak takdir

20. Berikut ini yang merupakan contoh-contoh karya sastra lama adalah….
a. Mantra, pantun, sonata, sajak bebas, hikayat
b. Roman, novel, biografi, tambo, wiracerita
c. Cerita pelipur lara, drama, roman, syair, tambo
d. pantun, bidal,gurindam, dongeng, hikayat
e. cerpen, pantun, fabel, novel, mantra

21. Kalimat yang mengandung majas Asosiasi adalah…
a. Tekatnya kuat laksana baja
b. Daun nyiur melambai-lambai
c. Indonesia memenangkan Uber cup
d. Mampirlah kegubuk saya ini !
e. Hatinya duka meskipun di ulang tahunnya
sangat meriah.

22. Dibawah ini kalimat yang mengandung Frase berpola DMM adalah….
a. dia itu petani muda
b. Petani Muda itu sungguh baik
c. aku akan pergi bersama petani
d. Petani itu muda sekali
23. Perhatikan tabel dibawah ini !
Ciri-ciri A B C
Jumlah baris dalam 1 bait 4 baris 4baris 2baris
Sajak ABAB AAAA AA
Letak isi Pada baris ke 3 dan 4. Pada baris ke 1-4 Baris 1 dan 2
Berdasarkan Ciri-cirinya, kolom A, B, dan C adalah …
a. (A) = Pantun, (B) = Soneta, (C) = Karmina
b. (A) = Pantun, (B) = Syair, (C) = Bidal
c. (A) = Pantun, (B) = Syair, (C) = Gurindam
d. (A) = Pantun, (B) = Puisi (C) = Syair
e. (a) = Pantun, (B) = Puisi, (C) = Bidal

24. Dahulu kala, di daerah Anyer, terdapat sebuah kerajaan besar. Raja dan permaisuri kerajaan itu tidak disukai oleh rakyat.
Sang Raja sangat kejam, sedangkan permaisuri amat suka menghambur-hamburkan uang. Raja membebankan pajak yang sangat tinggi kepada rakyatnya. Uang hasil pajak ini digunakan oleh permaisuri untuk berpesta. Permaisuri membeli beraneka macam pakaian mahal dan emas permata.
Tema penggalan Cerita rakyat diatas adalah …
a. Kesengsaraan rakyat oleh pemimpin,
b. Kekuasaan yang disalahgunakan,
c. Kerajaan yang kurang harmonis
d. Penindasan yang terjadi karena kesalahan
rakyat,
e. Pemerintahan yang istanasentries,

25. Kegiatan ….. adalah kegiatan yang dilaksanakan karena perintah. Jadi sesuai dengan namanya kegiatan ini akan menjadi …. Anggota organisasinya untuk bergerak … dalam … progam harian.
Daftar kata-kata yang sesuai untuk melengkapi titik-titik diatas adalah…
a. Tugas, aktivitas, di, jadwal
b. Organisir, agenda, ke, rumusan
c. ini, reformasi, sesuai, daftar
d. rutinitas, kinerja, pasif, kemajuan
e. incidental, rutinitas, aktif, realisasi

SOAL SISWA BERPRESTASI BAHASA INDONESIA KELAS V SD Oleh : Alvian Kurniawan

SOAL BAHASA INDONESIA KELAS V SD

41. Perhatikan gambar di bawah ini !


Uraian yang benar dari gambar di atas adalah …
a. Jam membantu dalam kehidupan
sehari-hari.
b. Saat ini pukul 13.33 WIB berarti hari
sudah siang.
c. Sekarang pukul 07.04 WIB waktu
untuk sarapan.
d. Saat ini sudah waktunya untuk tidur
malam.

42.(1) Rebuslah mie pada air yang
Mendidih
(2) Buka bungkus mie instan
(3) Jika sudah mendidih, angkat mie dengan alat pengangkat
(4) Campur mie yang sudah ditiriskan dengan bumbu
(5) Mie siap disantap
Urutan yang tepat dari petunjuk membuat mie di atas adalah ….
a. 2 – 1 – 3 – 4 – 5
b. 2 – 1 – 4 – 3 – 5
c. 2 – 4 – 1 – 3 – 5
d. 2 – 4 – 3 – 1 – 5

43. (1) Ledakan pipa gas telah menjebol tanggul yang dibuat untuk melindungi jalan tol Porong-Gempol. (2) Akibatnya jalan tol sepanjang 1 km tergenang Lumpur dengan kedalaman 2-3 meter. Dalam rapat terbatas pasca ledakan pipa gas, (3) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang notabene orang Jawa Timur, mengintruksikan agar jalan tol ditutup secara permanen. (4) Berkurangnya pasokan listrik, gas, dan ditutupnya jalan tol pada saat bersamaan akan menimbulkan biaya ekonomi yang jauh lebih besar.
Kalimat utama dari paragraf di atas adalah pada nomor …
a. 1 b. 2 c.3 d.4
44. Ani : “Hai, kamu Dita ya ?”
Dita : “Ya, kok kamu tahu?”
Ani : “Aku pernah lihat kamu pentas di
Atas panggung, Kala itu suaramu
bagus sekali.”
Dita : “…………………….”
Ucapan yang tepat untuk melengkapi dialog di atas adalah ….
a. Ah, suaramu juga bagus kok.
b. Kamu terlalu berlebihan deh.
c. Yah, saya memang senang menyanyi
d. Terimakasih, suara saya biasa saja
kok.

45. Pada suatu hari, langit kelihatan cerah sekali. Akupun segera pergi ke ….. untuk menimba ilmu. Aku adalah ….. kelas 5 SD. Selama ini aku selalu juara …… Makanya, orang tuaku …… bangga kepadaku.
Kata yang tepat untuk melengkapi titik-titik di atas adalah ….
a. Sekolah, anak, satu, sedang
b. Sekolah, siswa, satu, perasaan
c. Sekolah, siswi, pertama, selalu
d. Sekolah, siswa, satu, punya

46. Berikut ini cara menyampaikan kembali pengumuman yang benar adalah…
a.Diberitahukan kepada seluruh siswa
kelas 5 untuk datang besok ke Sekolah dengan mempergunakan baju olahraga.
b.Bagi seluruh siswa kelas 5 SDN 438,
diharapkan datang besok pagi untuk
olahraga.
c.Bagi siswa kelas 5, besok akan diadakan ulangan olahraga, jadi datanglah besok pukul 8 pagi dengan baju olahraga.
d.Bagi siswa kelas 5, besok dating pagi dengan baju olahraga lengkap ke sekolah.

47. Melati : “ Selamat pagi, benarkah
ini rumah Mawar?”
Ibu : “Ya benar, ini siapa ya ?”
Melati : “Saya Melati, tante. Bisa
saya berbicara dengan
Mawar ?”
Ibu : “Oh Melati, Mawarnya lagi
les, nak. Mungkin ada
pesan ?”
Melati : “Oh ya, sampaikan saja
kalau besok Melati mau
ajak Mawar kelompok
belajar setelah pulang
sekolah, jadi bawa baju
ganti sekalian, tante.”
Ibu : “Oh, baiklah. Nanti tante
sampaikan.”
Melati : “Terimakasih, tante. “
Kalimat yang tepat untuk disampaikan
ibu kepada Mawar adalah …
a. Mawar, tadi Melati telpon kalau besok kamu harus bawa baju ganti karena ia akan mengajakmu kelompok belajar setelah selesai sekolah.
b. Mawar, besok langsung bawa baju
ganti agar Melati tidak terlalu lama menunggumu untuk belajar kelompok bersama.
c. Mawar, tadi Melati menlepon dan berpesan agar besok setelah sekolah usai. Kalian bersama-sama langsung ke rumah Melati untuk belajar kelompok.
d. Mawar, tadi Melati berpesan kalau
besok kamu wajib ikut kelompok belajar seusai sekolah.


48. Para pendatang memilih lokasi perumahan karena beberapa alasan. Diperumahan tersebut mereka bisa membuka usaha dengan leluasa setelah di kawasan kota sudah padat. Mereka memilih kawasan perumahan untuk membuka usaha informal, seperti berjualan ala kadarnya seperti PKL (Pedagang kaki Lilma).
Kalimat utama pada paragraph di atas adalah ….
a. Kawasan Kota padat dengan rumah
b. Kawasan perumahan cocok untuk
berusaha.
c. Alasan pendatang memilih perumahan.
d. Pedagang Kaki Lima merupakan usaha pilihan.

49. Berikut ini yang tergolong ke dalam
pantun anak adalah …
a. Burung hantu burung cendrawasih
ketiga dengan burung perkutut
Jadilah orang yang berterimakasih
Agar dapat jadi orang yang diturut
b. Jika ada sumur diladang
Bolehkah saya menumpang mandi
Jika ada umur yang panjang
Pastilah kita berjumpa kembali
c. Kijang napuh bertanduk rangga
Memakai baju kain katun
Jika kamu pandai berbahasa
Marilah kita berbalas pantun
d Pergi ke pasar beli papaya
Jangan lupa beli layangan
Paling enak main boneka
karena boneka benda kesayangan


50. Dalam cerita Tangkuban Perahu,
Dayang Sumbi berwatak …
a. Protagonis c. Tritagonis
b. Antagonis d. Campuran

51. Berikut ini yang merupakan tangapan
cerita secara positif adalah ….
a. Penampilan wayang tadi bagus, tapi
sedikit membosankan.
b. Kakakku itu sering menjengkelkan
aku.
c. Pegunungan itu tampak kelihatan
indah meskipun hanya dilihat dari
tempat kumuh seperti ini.
d. Saya kurang suka kamu
mempergunakan baju itu meskipun itu mahal.

52. Hasil pengamatan harus ditulis dengan …
a. huruf sambung
b. sesuai dengan pengamatan
c. diketik dengan komputer
d. rapi dan indah

53. “Usir Kucing itu !”
Intonasi yang tepat saat membaca
kalimat tersebut adalah …
a. rendah c. pelan
b. sedang d. tinggi

54. Dalam mewawancarai narasumber hendaknya kita ….
a. berkata sopan dan pelan sekali
b. tersenyum terus menerus
c. Menatap mata dan bersikap
sewajarnya,
d..bersifat humor dan menghibur.

55. Berikut adalah tanggapan pertanyaan
yang santun dalam menanggapi
penjelasan narasumber adalah …
a. Oh demikian saja pak jawaban anda?
b. Maaf pak, jika boleh tahu Lalu
peristiwa itu mengapa bisa terjadi ?
c. Apakah pernyataan itu tidak terlalu
mengada-ada, pak ?
d. Yang benar saja, pak ?

56. Paragraf induktif adalah paragraf yang ide pokoknya terdapat di ….
a. awal c. awal-akhir
b. tengah d. akhir

57. Hal yang tidak diperhatikan dalam membaca puisi adalah …
a. Intonasi c. mimik wajah
b. lafal d. Gerakan badan


58. Yang termasuk kedalam karangan
pengalaman yang menyedihkan adalah

a. Pengalaman menjadi petugas
upacara.
b. Pengalaman membantu
menyeberangkan orang buta.
c. Pengalaman salah memanggil nama.
d. Pengalaman saat tidak naik kelas.

59. Yang tidak termasuk ke dalam bagian surat undangan adalah …
a. Pembuka c. salam isi
b. Isi d. Penutup

60. Peran jahat dalam suatu drama disebut
dengan …
a. Antagonis c. Tritagonis
b. Protagonis d. Campuran

61. Komentar yang logis dari suatu peristiwa adalah …
a. Sumber kesalahan itu semua pada
Maya, dia yang pertama kali membuat kekacauan di kelas ini.
b. Mending buang saja foto-foto menyeramkan itu. Tidak ada manfaatnya juga.
c. Kasihan sekali korban gunung Merapai di Yogyakarta, harusnya segera dibantu.
d. Yang penting saya tidak korupsi, untuk apa memperdulikan orang-orang korupsi.

62. Terjadinya Pulau Kemaro

Kisah ini di mulai dengan Pangeran yangberasal dari Negeri Tiongkok, Tan Bun An ingin melamar Putri Raja Palembang. Siti Fatimah. Sebagaimana tradisi Tiongkok pada masa itu maka Kaisar Tiongkok menirim emas kawin dalam 9 guci yang di dalamnya berisi emas batangan untuk melamar Putri Raja Palembang tersebut dan untuk mngelabuhipara bajak laut dalam perjalanan yang pebuh resiko maka di bagian atas guci di isi dan di lapisi dengan sayur-sayuran.Pada suatu hari, dalam perjalanan berlayar dari Tiongkok menuju Palembang, Tan Bun An membawa rombongan sampailah di muara Sungai Musi dan ketika tanpa sengaja Sang Pangeran ingin mengetahui apakah isi dari kesembilan guci tersebut yang di berikan Kaisar Tiongkok untuk melamar Sang Putri Siti Fatimah namun setelah membuka salah satu guci tersebut dan betapa terkejutnya setelah mengetahui isi guci tersebut adalah sayur-sayuran dan merasa menjadi malu di hadapan calon mertuanya, akhirnya satu persatu guci tersebut dibuang ke dalam Sungai Musi. Akan tetapi ketika guci terakhir secara tidak sengaja terjatuh dan pecah, dari dalam guci berhamburan emas batangan yang banyak sekali.
(Dikutip dari http;// www.google.com)
Unsur Intrinsik yang menonjol dari Legenda di atas adalah, kecuali …
a.Sudut Pandang
b.Penokohan
c.Gaya bahasa
d.Alur


63. Berikut ini merupakan kalimat yang
efektif dalam berkomentar adalah …
a. Menurut saya siswa haruslah rajin
belajar.
b. Menurut saya, pencuri itu harus
diberikan hukuman karena telah
membuat cemas warga.
c Menurut saya, kita tidak boleh ribut
hingga membuat kekacauan didalam
kelas.
d. Menurut saya, kelas ini sudah bersih
namun susunan kursinya tidak
teratur.

64. Kalimat dialog berikut yang harus dibaca dengan ekspresi haru adalah …
a. Nita : “Ada apa dengan kamu ?”
Roni : “Hehe… aku menang lotre.”
b. Nita : “Ada apa dengan kamu ?”
Roni : “Kucingku mati, ta.”
c, Nita : “Ada apa dengan kamu ?”
Roni : “Ibuku pulang besok,Nit.”
d. Nita : “Ada apa dengan kamu?”
Roni : “Ada yang mengambil
bukuku.”

65. (1) Suatu saat nanti, jika aku menjadi orang sukses, (2) maka aku ingin membelikan ibu sebuah mobil. (3) Aku tak tega dengannya yang setiap hari mengayuh sepeda. (4) Padahal cuaca di luar sungguh sangat panas sekali.
Kalimat yang mempunyai kata berantonim dengan kata ayah dan dingin adalah ….
a.2 dan 1 c. 2 dan 3
b.2 dan 4 d. 3 dan 4

66. Tabel Pengamatan hasil Belajar
No Nama Semester1 Semester2
1. Rio 347 374
2. Mey 311 310
3. Riko 348 341
Pernyataan yang tepat dari tabel di atas adalah, kecuali …
a. Selama 2 semester berturut-turut Mey
selalu mendapat nilai paling terkecil.
b. Semester 1 Riko tidak bernilai lebih
rendah daripada Rio.
c. Riko dan Rio mengalami saling
menyusul nilai.
d. Nilai Riko pada semester 2
mengalami penurunan daripada
semester 1.

67. Di Siberia ada dua gadis terhukum yang baru tiba. Mereka adalah Anya dan Savinska. Karena kejahatan yang tidak mereka lakukan, mereka menjalani hukuman tinggal di Siberia sepanjang sisa hidup mereka. Kedua gadis itu difitnah telah membunuh seorang Duta Irlandia. Kedua gadis itu heran, melihat sekeliling mereka, sama sekali tidak ada gadis muda selain mereka. Padahal, menurut keterangan yang mereka dengar, di Siberia cukup banyak gadis seusia mereka yang juga terhukum.
(Dikutip dari Cerita terjemahanRusia dengan judul “Kecantikan” Oleh Agatha Setiawan)
Kesimpulan logis dari cerita di atas adalah …
a.Savinska dan Anya adalah dua gadis yang baik.
b.Di Siberia adalah tempat untuk
menghukum Anya dan Savinska.
c.Savinska dan Anya baru saja tiba.
d.Saviska dan Anya dihukum di Siberia
padahal mereka tidak bersalah.

68. Berikut ini yang tidak termasuk kedalam
langkah-langkah membuat rangkuman
adalah ….
a. Membaca naskah asli dengan
cermat
b. Mencatat gagasan utama bacaan
tersebut.
c. Merangkai kembali gagasan-
gagasan utama menjadi rangkuman.
d. Mengumpulkan kepada guru untuk
dinilai.

69. Tahapan dalam membuat laporan
pengamatan adalah …
a. Catatan, konsep awal, perbaikan,
final.
b. Konsep awal, catatan, perbaikan,
final,
c. Konsep awal, catatan, final,
perbaikan.
d. Catatan, konsep awal, final, perbaikan.


70. Perhatikan Puisi bebas dibawah ini !
Ibu

Dalam diam ku termangu
Mengenangi semua cerita tentang
Kasihmu
Ibu….
Aku rindu kasih sayangmu
Aku rindu belaianmu
Aku rindu tutur sapa ringanmu
Isi puisi di atas adalah …
a. Meninggalnya seorang ibu.
b. Kerinduan anak kepada ibu.
c. Cinta ibu kepada anaknya.
d. Pengorbanan seorang ibu.











KUNCI JAWABAN SOAL BAHASA INDONESIA KELAS 8 SMP

41.B

42.A

43.A

44.D

45.C

46.C

47.A

48.C

49.D

50.A

51.C

52.B

53.D

54.C

55.B

56.D

57.D

58.D

59.C

60.A

61.C

62.D

63.B

64.B

65.B

66.D

67.D
68.D

69.A

70.B

Naskah juara 1 BEM UNIV PGRI Palembang "Lomba Menulis Surat Cinta Untuk Ibu" Oleh: Alvian Kurniawan

Palembang, 22 Desember 2009



Kotak hati untuk bidadari hatiku,

Diantara itu, perputaran waktu kian lama kian berjalan. Menembus ruang-ruang samar yang hanya terlihat dengan kaca mata yang mencapai pada tingkatan minus tak terjamah. Pagimu telah terundung malam. Kini aku yang berdiri sebagai bulan yang laksana pengharapan di malam yang telah tersingsing. Kini telah lama meninggalkan ompolan pesing itu.
Ibu, Aku adalah bocah kecilmu dulu. yang sering kau bonceng dengan sepeda junky hijaumu menelusuri jejalanan dipinggiran sawah untuk menghantarkanku menuju Taman Kanak-kanak tempat syurga ceriaku saat itu.
Ibu, Aku juga adalah bocah kecilmu yang kala itu sering kau timang dengan nina bobomu, yang sering kau elus rambutku dengan tanganmu, yang sering kau gendong dengan jirih payah usahamu yang lemah lembut, yang kau santuni aku dengan cucuran keringatmu, yang sering kau ciumi dengan bibir merahmu, dan yang kau rawat dengan segudang kasih sayang yang bersusun tingginya laksana terasiring pegunungan yang rapih dan terbentang indah.
Masih segar di pikiranku, kala itu badanku terasa teramat panas. Aku terbaring tak berdaya diatas ranjang jati berukuran 6 x 4 meter. Mataku memang belum dapat membaca tunjuk jarum jam saat itu. Tapi aku yakin, udara dingin yang menyengat semua sendi kulitku menandakan hari telah larut. Disampingku, engkau tak bergeming meninggalkan keluhku, kau putar balik kain kompres dijidatku, kau benahi selimut hangat itu di badanku, sesekali kau mendesis “sssst…. Sssst… diam anakku sayang, jangan menangis !” ketika aku kembali rewel. Sungguh berharga sekali pengalaman itu dan semua itu akan terus teringat dan terpatri dijejeran memori bingkai album indahku.
Ibu, Nuansa usia tak selamaya menetap kini kau telah semakin tua, kulitmupun juga telah semakin keriput. Kau jua tak sekuat dulu, jalanmu semakin renta, bicaraku semakin sering untuk aku ulang andai kata pesan cinta dariku tak terlayang pada pendengaranmu. Kini, tugasku yang lebih menhawatirkanmu layaknya engkau mengkhawatirkan buah hatimu ini dikalaku kecil dulu,
Ibu, sekali lagi bocah kecil itu adalah aku. Aku telah melepas usia itu sejak belasan tahun yang lalu. Kini, bocah itu telah merambah dewasa. Kini bocah kecil itu tak lagi pantas duduk di belakang sepeda junky-mu, kini bocah kecilmu itu tidak lagi layak untuk kau ninabobokan, yang kau kecup keningnya ditiap peraduan malam, yang kau ceritakan kisah Dewi Shinta yang diculik Rahwana, yang kau hantarkan ia sampai depan syurga kecilnya, yang kau ulurkan beberapa suap nasi dibibirnya, yang kau diamkan dikala ia menitikan air matanya.
Ibu, Usiamu bolehlah surut dimakan masa. Posisimu jua boleh tersingkir diperadaban Zaman. Namun tiadalah secuil hati ini tuk surutkan dan singkirkan rasa kasih, cinta dan sayang ini untuk seorang yang telah berjasa kepadaku. Selamat hari ibu, kaulah seindah indahnya permata yang ada didunia ini.
Salam hormat dan sayangku,

Bocah kecilmu,

naskah drama "Ulangan Semester" Oleh : Alvian Kurniawan

Ulangan semesterku

Di suatu sekolah, terdapat 6 orang siswa yang mempunyai 6 keahlian yang berbeda-beda terhadap suatu mata pelajaran. Sebut saja sukarno (ahli sejarah), habibi (ahli agama), chatrine (ahli bahasa inggris), prosa (ahli bahasa Indonesia), joule (ahli fisika), dan phitagoras tapi sering dipanggil pita (ahli matematika). Mereka ber-6 merupakan sahabat akrab di sekolah itu termasuk ketika mereka sedang ada masalah. Kali ini kekompakan mereka di uji cobakan pada saat ujian semester selama 4 hari. Mereka memang pintar, namun kepintaran mereka hanya pada satu bidang mata pelajaran saja, tapi kalau dipelajaran lain ya kita juga tidak bias komentar apa-apa.

Hari pertama semester

Habibi : “astagfirullah aladzim….. fusing.. fusing.. fusing kepala ane.
hari ini ulangan matematika dan bahasa inggris. Ante-ente
pada tahu kalau ane paling bahlul kalau urusan itu.”
Joule : “setuju, wong kamu saja setiap hari makannya daging unta.
Lha mana bisa faham kalau urusan bahasa bule-bule gitu.”
Prosa : “saya sependapat denganmu joule, habibi itu pinter banget
kalau ceramah, tapi pinter juga kalau ngepek saat ulangan.”
Habibi : “astagfirullah.. semoga allah mengampuni dosa-dosa kalian.
Sungguh sebenarnya ente-ente telah mendzolimi ane.”
Sukarno : “stoop… bukan saatnya untuk ceramah. Kita disini sedang
terjajah. Terjajah dengan sekutu soal-soal yang sama sekali
tak bisa kita basmi.”
Prosa : “oalah…. Bahasamu,no. seperti lagi orasi saja.”
Joule : “maklumlah, sa. Karnokan orang lama. Lihat tuh muka saja
mirip naskah proklamasi.”
(habibi, joule dan prosa tertawa bersama-sama. Melihat muka karno merah karena diledek joule)

Tiba-tiba munculah si manusia yang sok ke bule-bulean..

Chatrine : “ hei..hei..hei..hei… you.. you.. n you… pasti pada nunggu I
kan?”
sukarno : “ oh chatrine, iya nih kami sedang menunggu kamu. Tuhkan
jadi terpaksa mengalah biar kamu merdeka di dunia kenarsisanmu itu. Besok-besok nga lagi deh bilang sedang nunggu kamu.”
Chatrine : “hei, close ur mouth… I bias tak kasih contekan untuk you.”
Sukarno : “hehe… maaf madam chatrine. Saya Cuma bercanda kok!”
Chatrine : “nah begitu, hari ini I jadi ratu untuk kalian.”
Habibi : “sssttt…. Tidak boleh begitu chatrine, allah tidak menyukai
orang yang sombong. Nanti …”
prosa : “berhentiiiii… jangan diceramahin. Nanti chatrine tidak mau
nyontekin kita.”
(habibipun terdiam. Tidak lama kemudian munculah pita dengan membawa tumpukan buku-buku berumus)

Pita : “waduh..waduh..waduh.. berat banget rumus-rumus ini.” (bruuk pita terjatuh karena keberatan bawa buku-buku berumus)
Habibi : “eits… tolongin-tolongin pita lagi kena musibah. Bukannya
tolong menolong itu baik hukumnya.”
Prosa : “ hei, ustadz senin kamis. Nolongi tuh pake perbuatan. Jangan
Cuma ceramah saja.” (sambil menolong pita)
Chatrine : “stoop… I pusing dengar say-say kalian itu.”
Pita : “iya neh… nga tau apa.. muka-muka kalian itu kelihatan
seperti rumus a semalam aku lihatin rumus-rumus terus.”
Chatrine : “whatt ? muka cantik I dibilang rumus ?”
Pita : “emang benerkan ?”
Sukarno : “heh.. dasar kamu. Pita. Awas…..”
Pita : “awas apa? Mau nga aku contekin matematika nanti ?”
Sukarno : “ehm.ehm.. maksud aku awas nanti kamu jatuh lagi.”
Habibi : “sudah-sudah.. jangan marah-marah terus. Nanti allah murka
lho.”
Karno, prosa, chatrine, pita, joule : “ iya pak ustadz”

Singkat cerita ujian semester hari pertamapun berlangsung. Merekapun menempuh ujian semester dihari pertama dengan kompak.

Hari ke-2 semesteran
Joule : “gawat.. gawat.. “
Sukarno : “gawat apa ? ada perang dunia ke-3 ?”
Joule : “bukan.. bukan itu…”
Prosa : “oh apa jangan-jangan lomba puisi classmeeting nanti
Dibatalkan?”
Joule : “bukan itu..”
Chatrine : “so? What happen ?”
Joule : “habibi….”
Pita : “habibi kenapa? Kekenyangan makan kurma?”
Joule : “bukaaaan”
Pita : “jadi apa? Buruan dong ngomong yang jelas. Saya lempar
pake rumus nanti”
joule : “anu…. Kemarin kan pas pulang semesteran habibikan
kehujanan jadi dia sakit.”
Prosa : “apa? Habibi sakit? Yang bener?”
Joule : “suer!”
Pita : “heh.. begitu saja pusing. Habibi itukan sudah sering sakit.
Wajarlah, wong biasanya hidup dipadang posir yang panas
terus tiba-tiba kena hujan. Ya sakit deh.”
Sukarno : “oi oon, kalau habibinya yang sakit sih say amah malah
bersyukur. Bisa bebas nga denger dia ceramah. Tapi
masalahnya hari inikan ulangan bahasa Indonesia sama
agama.”
Joule : “betul tuh, kalau bahasa Indonesiasih kecil. Kan ada prosa, lha
nanti kalau pas agama bagaimana ?”
prosa : “benar tuh kata joule, sekarang aku Tanya. Berapa rakaat
shalat subuh ?”
pita : “sebentar… aku buka rumus dulu ya !” (sambil membuka buku).
Chatrine : “hei.. I don’t like waiting.. terlalu lama kalau you buka-buka
rumus.”\
pita : “iya.. yah.. agama tuh juga sulit.”
Chatrine : “so?”
Joule : “aduh… aku juga bingung”

Disela-sela kebingungan mereka. Tiba-tiba…….

Habibi : “assalamualaikum”
Semua : (sambil menoleh) “habibiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii” (berlari girang
mendekati habibi).

Semesteran hari ke-3

Sukarno : “matematika, bahasa inggris, bahasa Indonesia, agama.
Semua sedah beres. Hari ini tinggal fisika dan mata pelajaran
kesayanganku alias se-ja-rah.”
Joule : “hmm.. betul tuh… hari ini kita ber-2 jadi raja. Bagaimana
Kalau nanti pas selesai semesteran kita minta kalian traktir
kami ber-2 bakso 4 mangkok di kantin belakang.
Chatrine : “what? Oh tidak bisa.”
Prosa : “benar tuh, masak kami disuruh nraktir kalian ber-2. padahal
Kemarinkan kami tidak minta traktir kalian.”
Habibi : “betul, allah swt menganjurkan umatnya untuk tidak pamrih>”
Pita : “nah yang kali ini, aku baru sependapat dengan ceramahnya
habibi. Itu namanya ter-la-lu.”
Joule : “huft.. lihat tuh. Pita kesurupan virusnya habibi!”
Sukarno : “betul tuh “
Pita : “heh.. apa-apaan kalian neh… bikin gossip nga karuan.”
Prosa : “sudah..sudah… kitakan bersahabat, jadi nga boleh saling
menghina dong. Bagaimana kalau kalian dengerin aku baca
puisi.”
Semua : “tidaaaaaaaaaaaaaakkkkkk” (sambil lari masuk ke kelas)

Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinggggggggggg………
( bel bunyi keluar berbunyi )

Chatrine : “hwaaaa, finally finish..”
Pita : “iya nih.. ngerasa bebas banget yah !”
Prosa : “berarti nanti malam saya bisa melanjutkan baca novel cinta
yang masih tinggal 300 halaman lagi.”
Pita : “emang nga pusing tuh tiap malam harus baca novel beratus-
ratus halaman?”
chatrine : “if im no way… dari baca baca buku novel mendingan
telfonan with my darling.”
Habibi : “hati-hati… nanti jadi zina lho kalauy sering teleponan.”
Chatrine : “hehe… kan paling-paling Cuma bilang I love u saja”
Habibi : “tapi…..”
Chatrine : “stoopp… my darling nelfon i. I angkat dulu ya !”

Setelah sedang asik bercerita, tiba-tiba melintaslah ibu sonia (guru mata pelajaran biologi) yang sepertinya sedang sibuk dengan tumpukan kertas didalam map yang ia bawa.

Semua : “selamat siang buk”
Ibu sonia : “selamat siang…. Ada apa kalian disini. Bukannya semesteran
hari ini sudah selesai?”
sukarno : “anu, buk… kami sengaja menunggu ibu kok.”
Semua : “huuuuuuuuu gombal buk “
Ibu sonia : “sudah…sudah.. jangan saling teriak, nanti kalian kena marah
guru yang lain.”
Sukarno : “iya, buk. Tuh anak-anak pada ngiri kalau karno sedang
ngobrol sama ibu.”
Chatrine : “ngiri ? so what gitu lho ?”
Joule : “oh ya buk, itu yang ada di map yang ibu bawa ada apa buk ?”
Ibu sonia : “oh.. ini adalah berkas ulangan biologi untuk besok!”
Semua : “biologiiiiii ?”
Ibu sonia : “ya, biologi. Besokkan kita semesteran biologi. Kalian lupa?”
Joule : “oh, nga buk. Nga ada apa-apa!”
Ibu sonia : “ya sudah, ibu kekantor dulu ya. Jangan lupa belajar.”
Semua : “iya bukkkk !”

Ibu soniapun meninggalkan merka ber-6….

Chatrine : “oh… I don’t like it.”
Pita : “iya.. kok kita samapai lupa kalau besok ada ulangan biologi.”
Sukarno : “padahal kita tidak ada yang bisa satupun masalah biologi.”
Prosa : “waduhhhh…. Bisa-bisa mati ditempat nih.”
Habibi : “sudah..kita pasrahkan semuanya pada yang diatas. Kita
berdoa saja biar nanti soalnya mudah!”
sukarno : “stoop…. Suasana begini masih saja ceramah..”
joule : “iya nih, si bibi ini…..”

Naskah Drama "Capung" Oleh: Alvian Kurniawan

Capung

Oleh : Alvian Kurniawan


BABAK 1

DI SEBUAH RUANG BELAJAR DENGAN SITUASI GELAP DAN HANYA ADA TIGA BUAH LILIN YANG MENYALA MENERANGI SEORANG TOKOH ZAHRA YANG SEDANG KONSENTRASI DENGAN KEGEMARAN MEMBACANYA, IA NAMPAK TENANG MEMEGANG SATU DARI SEKIAN BANYAK TUMPUKAN BUKU-BUKU YANG BERJEJER DI SEKELILING TEMPATNYA MEMBACA. BERSELANG SATU METER DARI TEMPAT ZAHRA MEMBACA, TERBENTANG TIRAI PUTIH YANG AWALNYA GELAP. TIBA-TIBA LAMPU MENYOROT TIRAI ITU DARI DEPAN. NAMPAK BAYANGAN DUA ORANG SEDANG BERTENGKAR MEREKA ADALAH ORANG TUA ZAHRA. ZAHRA HANYA DIAM MENYIMAK SUARA PERTENGKARAN ITU DARI BALIK TIRAI.




SUARA MAMA :
mas, seluruh orang kantor sudah mengetahui hubungan gelap mas dengan skretaris itu. Sekarang mas mengelak apa lagi ?

SUARA PAPA :
Sudah ma, papa sudah bosan dengan tudingan mama itu!

SUARA MAMA :
Papa jangan mengalihkan pembicaraan mama !, Benarkan papa telah selingkuh ?

SUARA PAPA
Papa mau bilang apa lagi. Percuma papa bilang ini itu. Toh fikiran mama juga sudah teracuni oleh omongan orang-orang kantor.

SUARA MAMA
Papa tidak pernah memikirkan pikiran mama dan Zahra?

SUARA PAPA
Apa? Sejak kapan mama memperhatikan Zahra? Mama saja sibuk mengurusi bisnis mama, arisan, jalan-jalan keluar negri. Jadi jangan pernah mengalaskan Zahra.

SUARA MAMA
Papa …..

SUARA PAPA
Apa? Mama mau bilang apa? Mama mau ancam papa? Mama mau mengajak cerai? Bilang saja papa tidak akan takut dengan ancaman mama itu.

SUARA MAMA
Oh.. Jadi papa mengajak pisah? Baik.. kita pisah… Dalam waktu segera papa urus perceraian kita.

SUARA PAPA
Baik…

LAMPU TIRAI PADAM. SUASANA MENGARAH PADA ZAHRA..


ZAHRA
Arrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrgggh ( Sambil membuang buku dan menendang semua buku yang ada disitu ) Kapan rumah ini bisa tentram? Bertengkar terus. Mama, papa sibuk dengan urusan masing-masng. Hancur keluarga ini… hancur…. (menangis). (Keluar ke back tage)

Munculah 3 iblis dan mereka mengambil lilin tersebut.

IBLIS 1
(tertawa) hahaha… Emosi yang indah…telah kudaftarkan satu keluarga lagi sebagai teman masa depanku kelak.. hahahhahahahah ( Lilin 1 mati)

IBLIS 2
(tertawa) hahahaha…. Inilah darah yang patut tuk di pestakan. Menangislah terus cucu adam… dan darah itu semakin nikmat tuk di santap… hahahahahaha (lilin 2 padam)

IBLIS 3
(tertawa) Dalam hitungan sekejap. Matilah keluarga ini seperti lilin ini (lilin 3 mati)

( IBLIS 1, 2, 3 tertawa )

PANGGUNG GELAP

BABAK 2

PANGGUNG DALAM SUASANA YANG REMANG. NAMPAK DI ATASNYA ZIGY (PACAR ZAHRA) SEDANG WARA-WIRI MENUNGGU SESEORANG. TIBA-TIBA DATANGLAH DUA ORANG PEREMPUAN YANG SEAKAN BERHATI-HATI MELINTASI KAWASAN TERSEBUT. SATU ORANG WANITA MENGHAMPIRI ZIGY DAN SATUNYA DITINGGAL UNTUK BERJAGA-JAGA.

WANITA 1 :
Mana barangnya?

ZIGY :
Ada, kalian sudah pastikan aman?

WANITA 1:
Tentu, buruan sebelum orang-orang curiga .

ZIGY:
Baik (sambil mencari suatu barang di kantong celana sebelah kirinya)

WANITA 1:
(sambil menyodorkan amplop) Dalam amplop ini ada uang 3 juta Rupiah. Lebihnya kamu ambil saja (sambil bergegas menuju Wanita 2 dan mereka lekas pergi)

ZIGY DAN 2 WANITA TERSEBUT MENINGGALKAN TEMPAT.

BABAK 3

ZAHRA YANG NAMPAK SEDARI TADI MENUNGGU PACARNYA (ZIGY) YANG TAK KUNJUNG TIBA. BERULANG KALI BERKUTAK PADA PONSEL YANG IA GENGGAM DI TANGANNYA. GELAGATNYA SANGAT CEMAS. TIBA-TIBA ZIGYPUN DATANG.

ZIGY :
Sayang, maaf saya terlambat. Tadi macet di jalan. Sayang sudah nunggu lama?
ZAHRA
Kamu tuh kalau ada janji handphone tuh diaktifin ! buat orang cemas saja.

ZIGY
Duh maaf, tadi tuh baterainya lowbat.

ZAHRA :
Ah, sudahlah malas dengar alasanmu.

ZIGY :
(Sambil memegang tangan Zahra) ya sudah maaf, jangan marah lagi ya !

ZAHRAPUN TERSENYUM DAN MEREKA MENGAMBIL DUDUKPADA KURSI YANG ADA DI DEKAT MEREKA. LAMPU MENYOROT.

ZIGY
Ada apa sayang? Dari smsmu sepertinya kamu sedih?

ZAHRA :
Yah, seperti biasa. Papa dan mama bertengkar.

ZIGY
Memang ada masalah apa?

ZAHRA
Ada lah, masalah sekecil apapun jadi besar. Aku tak tahu pola fikir mereka. Padahal, mereka sudah sama-sama dewasa.

ZIGY
Lalu ?


ZAHRA
Cerai ! mereka merencanakan hal tersebut.

ZIGY
Cerai ?

ZAHRA
Ya ! Aku juga tak pernah tahu apa yang ada dibenak mereka. Kesibukan yang mereka jalani kesehariannya menyebabkan aku tak pernah bias mengenal mereka. Entah siapa mereka aku juga tak tahu .

Naskah Drama "Cinta Fitri di PGRI" Oleh : Alvian Kurniawan

Cinta Fitri di PGRI
( Oleh : Alvian Kurniawan NIM 2008112193)

Di Pelataran Kampus PGRI yang indah,

Miska : (Sambil berjalan didepan kelas) “Bew, Pening palak aku.
Perasaan muko aku ne la cantik tiada tara pecak Dinda kanya
Dewi. Tapi ngapolah sampe mak ini ari Farel dak pernah galak
samo aku?”

Fais : “Nah cacam, bibik ini ngerotok. Makonyo, jadi wong tu ye
jangan galak nolak rezeki.Jadi keno sial kan?”

Miska : “Rezeki? Maksod kau apo?”

Fais : “Pecak dak tau, atau emang dak tau kau ini?”

Miska : “Bew. Payolah dak usah betele-tele. Apo dio maksud kau tu?
Ku goco kau gek !” (sambil ngenggam tangan)

Fais : “Mati kau, cantik-cantik mak ini dak taunyo sanggar seni !”

Miska : ( Mendekati Fais) “Neee, kau ne ku goco nean !”

Fais : “Ampun.. ampun.. Jangan sadis-sadis bik! Belum jadi bini
aku beh la KDRK.” (Kekerasan Dalam Ruang Kelas).

Miska : “Kau pulo. Pagi-pagi la ngeringami aku. Apo dio maksud kau
tadi tu yang nolak rezeki?”

Fais : “Macem mak ini bik, Kau kan tau kalo ado budak di kelas ini
yang la cinta mati nean samo kau. Mano belagak pulo pecak
Shandi syarif. Tapi kau dak galak samo dio. Malah kau mati-
matian ngejar cinto Farel yang dak seberapo itu.”

Miska : (begaya seperti mau muntah) “Shandy Syarif? Maksudnyo kau?
Bew. Najis tralala trilili nian.nag muntah aku!. Sekarang,
aku nak nanyo, apo dio kelebihan kau tu?”

Fais : (sambil mikir) “Ahaaa.. adolah,. Tau dak? Mak aku ne
keturunan konglomerat. Harto bendanyo dak bakal sekarat
sampai tujuh keturunan.”

Miska : (penasaran) “Nah ngapo kau melarat?, sedangkan uji kau mak
kau konglomerat.”

Fais : “He..he (sambil menggaruk-ngaruk kepala), masalahnyo
aku ne anak ke delapan. Jadi mak inilah aku sekarang !”

Miska : (sambil ketawa) “Haha.. Fais.. Fais.. nasib samo muko kok
dak jauh beda! Hahaha….”

Saat Miska dan Fais lagi bersiru ria debat. Tiba-tiba seperti biasanya nampak ibu Amalia Hutama menghantarkan anak kesayangannya (Farel) ke dalam kelas.

Ibu Amalia : “Anak malas jangan dihukum, Assalamualaikum..”

Miska : “Ayda aydi, siapo sih ganggu pagi-pagi ini? (sambil
menoleh), oh maaf tante, tadi kiroi siapo? Dak
taunyo calon mertuo!”

Ibu Amalia : “Iss, dak usah sok baek. Aku ne galak nonton cinta
fitri di SCTV jadi aku tu tau kau tu wong jahat.”

Miska : (Sambil mendekati ibu Amalia) “Ya ampun tante,
itukan di TV. Kalau dikampus idaklah tante. Malahan
aku ne sebenarnyo alim.Wong lain yang biasonyo sholat
5 waktu sehari. Lha aku 7 waktu lho tante, maksudnyo
7 waktu dalam setahun.seperti waktu shalat idul
fitri, idul adha, taraweh pertamo, taraweh terakhir,
waktu ado tes ngembek nilai tugas sholat, 2x nyo pas
ado aa’ Farel di Masjid jadi aku ikut Sholat.”

Ibu Amalia : “Ya ara, dak memperbaiki keturunan. Farel beh sholat
jarang nean. Eh calon istrinyo cak kau. Apo kabar
naseb cucungku agek?”

Farel : (Sambil menutup muka) “Aidah mami nih, jangan
diomongi kalo Farel nih jarang Shalat.Jamal deh (Jadi
Malu).”

Ibu Amalia : “Ya ampun… cup..cup..cup, maafin mami cayang e! lupo
kalo cayang ini pernah pesen jangan ngomong-ngomong
kalo cayang ne shalatnya setahun duo kali.”

Farel : (Sambil memukul-mukul ibu amalia) “Aaa, mami nih
ditambah kasih taunyo kalo farel shalatnyo 2 x
setahun.”

Ibu Amalia : (sambil memukul jidatnya) “Ya ampun lupa cayang!”

Fais : (melihat Miska dan mengejek) “Haha.. itu cowok yang kau
taksir bew bolehlah manjonyo. Dak kebayang bae pas la nikah
agek. Pacak beli kasur yang lebar. Secaro dipucuk kasur
agek ado kau, Farel, samo maknyo. Hahaha”

Miska : “Faisssssssssssssssssssssssssssssss…..”

Miska pun akhirnyo ngejer Fais, dan Ibu Amalia Hutama pun meninggalkan Farel. Di dalam kelas. Pas Farel tinggal dewekan tibo-tibo muncul seseorang yang maraki mereka.
Fitri : “Permisi mas, nak pesan jamu? Disini ado jamu gendong
spesial dari mbah Surip.dijamin bagi yang minumnyo akan
mengakibatkan bagun tidur, tidur lagi.”

Farel : “Aaa.. si mbak biso bae.. disini katek yang jual susu mbak
yo? susu yang di wadahi mami di bos tempat minum Farel tadi
tumpah.sekarang Farel aus nean.”

Fitri : “Nah.. mas ne biso bae. Di sini mano ado yang jual susu.
Itu barang illegal mas. Dak boleh diperdagangkan secara
bebas.”

Farel : “Oh cak itu, yolah.. kalo dak ketemu susu manis tapi dak
apolah kalu ketemu adek yang manis ne. namonyo siapo?”

Fitri : (sambil tersenyum malu) “Ah si mas ini biso bae, namo adek
fi…….”

Belum selesai fitri ngenjok tahu namanyo. Tiba-tiba datanglah seorang Security…. dan tibo-tibo…

Security : “Uy tukang jamu ! siapo nyuruh kao masok kampus ini?”

Ndenger teriakan Security itu akhirnyo Fitri pun lari terbirit-birit. Sampai dak sadar kalau sendalnyo lepas sikok. Singkat cerito Farel sampai dak galak balek dari kampus itu, dio ngancam maminyo kalau dak nemuke Fitri dio dak galak keluar dari kelas itu. Dipikiran Farel saat ini Cuma mikirke tukang jamu tersebut. Dio ibaratnyo la mengalami cinto pada pandangan pertamo. Hingga akhirnyo,Maminyo si Amalia Hutama melakukan sayembara di depan kelas itu; siapo wanita yang kakinyo pas dengan sandal itu. Mako dio nak di jodohke samo Farel. Mengetahui informasi tersebut, tentunyo Miska menjadi kontestan pertamo yang Melok sayembara itu.

Miska : “Permisi tante Amalia Hutama, aku nak melok
sayembara ini!”

Ibu Amelia : “Jangan ngarep ye. Jingok nho kaki kao besak mak itu
mano nak cukup masok di sandal ini!”

Miska : “Payolah tante, jangan sentimen terus samo calon
menantu cak aku Ne.”

Ibu Amalia : “Aydem, dak usah banyak cingcong pake-pakelah!”
(dengan nada kesal)
Akhirnyo Miska pun nyobonyo, tapi ternyato ukuran kakinyo cukup terlalu besak samo cak dusonyo..

Ibu Amalia : “Hahaha, Uy Miska Kaki kau tu melambangkan duso kau!”

Miska : “Tenang tante, sebentar lagi aku balek kesini. Aku
pasti balek kesini dengan ukuran kaki yang lebih
ramping.”

Ibu Amalia : “Sampai lebaran monyet pun kaki kau dak bakal
ramping!”

Miska : “Ay tante neh nyumpai aku.”

Ibu Amalia : “Jadi nak ngapo kao? Dak seneng ?”

Miska : “Oh.. Seneng kok tante!”
Sayembarapun telah berlangsung selamo duo minggu. Tapi, dak katek sikok pun wanita yang kakinyo cocok dengan sandal itu. Farel tetap bersikeras dak galak keluar dari kelas itu. Karno kampus itu punyo Amalia Hutama, jadi perihal pekaro cak itu nyebabke kampus diliburke. Nah duo minggu kemudian.

Ibu Amalia : “Ayda aydy, Ngapolah jodoh anakku farel ini susah
nean? atau gara-gara farel ne hobi nian nyanyi lagu
wali yang cari jodoh itu ye?duh mano la siang, mano
panas, tandus, ga ada bus, mampus,tenggorokanku
haus.”

Dak lamo kemudian, lewatlah seorang perempuan penjual jamu…

Fitri : “Jamu… jamu…jamu tak gendong… kemana-mana”

Ibu Amalia : “Nah ado jamu, kebetulan haus. Jamuuuuuuuuu…..”

Fitri : “Jamu buk?”

Ibu Amalia : “Iyolah jamu, madaki baju. Wong kau jualnyo jamu.”

Fitri : “Haha, ibu ne biso nian,”

Ibu Amalia : (dengan senyum) “Ado jamu apo bae mbak?”

Fitri : “Ado jamu tak gendong, ado jamu bangun tidur,…”

Ibu Amalia : “Itu jamu apo kaset album mbah surip?”

Fitri : (sambil ketawa) “Jamulah buk, madaki kaset. Wong aku
jual jamu.”

Ibu Amalia : “Pacak nian mbak ini?”

Fitri : “Ibuk jugo pacak nian kalo penesan!” (sambil
ngenjokke segelas jamu).

Fitri : “Ini ado apo sih buk, kok ado tulisannyo sayembara
jodoh di depan kelas?”

Ibu Amalia : “Ini nah, anak ibuk tu pengen dicarike jodoh samo
wong yang kakinyo muat dengan sandal ini.”

Fitri : (sambil penasaran) “Sandal cakmano?”

Ibu Amalia : (sambil mengeluarkan sandal tersebut), “Sandal ini
nho mbak!”

Fitri : (kaget) “Astaga, itukan sandal aku yang lepas waktu aku
jualan di Duo minggu lalu itu di depan kelas ini!”

Ibu Amalia : (kaget) “Madaki? Kalau cak itu cubo mbak ini nyubo sandal
ini!”

Fitri : (ngembek sandal iti), “Aku cubo buk yo?”

Kaget bin ajaib. Sandal itu muat dikaki Fitri… akhirnyo ibu Amalia pun berteriak…

Ibu Amalia : “Fareeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeellllll !!!”

Farel : (tergopoh-gopoh) “Ngapo mami, ngejuti bae. Farel tu
lagi makan berger di kelas ini.”

Ibu Amalia : “Sayang, mami sudah ketemu pasangan yang kau cari-
cari selamo ini ! mbak ini jodohmu!”

Farel : (melihat Fitri ) “Iyo mi, cewek inilah yang aku cari.
Ayolah mi. lamar dio sekarang!”

Ibu Amalia : “Nak, galak dak anak tu nikah samo anakku?”

Fitri : (tersenyum sambil mengangguk) “Iyo buk!”

Ibu Amalia : “Alhamdulillah..”

Farel : “Namo mbak siapo?”

Fitri : “Namo ku Fitri, eh bukan aku Shireen, tapi jugo
galak dipanggil Sungkar.”

Farel : “Yang mano yang bener?”

Fitri : (geleng-geleng) “Dag tau!”

Farel : “Kok cak itu?”

Tibo-tibo ado duo wong bebaju putih datang maraki mereka…

Petugas 1 : “Fitri… ikut bapak yuk!”

Fitri : (sambil ngeberontak) “Dak galak.. dak galak..”

Petugas 2 : “Ayolah.. teman-temanmu kangen pengen main samo
Fitri!”

Ibu Amalia : “Ini ado apo pak?”

Petugas 1 : “Begini buk, Fitri ini pasien kami yang minggat dari
rumah sakit. semenjak usaha jamunya bangkrut dio jadi
cak ini.”

Farel : “Ha? Jadi… jadi..dio.. dio… dio…” Bruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuk (Farel pun pingsan).

Ibu Amalia : “Fareeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeelllllllllllllll.”
Fitri : “Horeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee !!!”