Sabtu, 27 Juni 2015

JADWAL PELATIHAN TOT CBT METHODOLOGY BIDANG KOMUNIKASI DAN NAMA PESERTA YANG LULUS ADMINISTRASI

SENIN, 29 JUNI 2015

06.00 - 08.00 PERSIAPAN
08.00 - 09.00 REGISTRASI PESERTA PEMBUKAAN
A. MENYANYIKAN LAGU INDONESIA RAYA
B. LAPORAN KETUA PELAKSANA
09.00 - 09.45
C. SAMBUTAN
D. SAMBUTAN DAN PEMBUKAAN
E. DOA
09.45 - 10.00 REHAT
10.00 - 12. 00 SKKNI BIDANG KOMUNIKASI
12.00-13.00 ISHOMA
13.00 - 15.15 MERENCANAKAN PENYAJIAN MATERI PELATIHAN (1)
15.15 - 15.30 REHAT
15.30 - 17.00 MERENCANAKAN PENYAJIAN MATERI PELATIHAN (2)
17.00 TUGAS MANDIRI

SELASA, 30 JUNI 2015

06.00 - 08.00 PERSIAPAN
08.00 - 10.15 MERENCANAKAN PENYAJIAN MATERI PELATIHAN (3)
10.15 - 10.30 REHAT
10.30 - 12.00 MERENCANAKAN PENYAJIAN MATERI PELATIHAN (4)
12.00 - 13.00 ISHOMA
13.00 - 15.15 MERENCANAKAN PENYAJIAN MATERI PELATIHAN (5)
15.15 - 15.30 REHAT
15.30 - 17.00 MERENCANAKAN PENYAJIAN MATERI PELATIHAN (6)
17.00 TUGAS MANDIRI

RABU, 1 JULI 2015

06.00 - 08.00 PERSIAPAN
08.00 - 10.15 MELAKSANAKAN PELATIHAN TATAP MUKA (FACE TO FACE 1)
10.15 - 10.30 REHAT
10.30 - 12.00 MELAKSANAKAN PELATIHAN TATAP MUKA (FACE T6O FACE 2)
12.00 - 13.00 ISOMA
13.00 - 15.15 MELAKSANAKAN PELATIHAN TATAP MUKA (FACE TO FACE 3)
15.15 - 15.30 REHAT
15.30 - 17.00 MELAKSANAKAN PELATIHAN TATAP MUKA (FACE TO FACE 4)
17.00 TUGAS MANDIRI

KAMIS, 2 JULI 2015

06.00 - 08.00 PERSIAPAN
08.00 - 10.15 MENILAI KEMAJUAN / CAPAIAN KOMPETENSI (1)
10.15 - 10.30 REHAT
10.30 - 12.00 MENILAI KEMAJUAN / CAPAIAN KOMPETENSI (2)
12.00 - 13.00 ISHOMA
13.00 - 15.15 MENILAI KEMAJUAN / CAPAIAN KOMPETENSI (3)
15.15 - 15.30 REHAT
15.30 - 17.00 MENILAI KEMAJUAN / CAPAIAN KOMPETENSI (4)
17.00 BELAJAR MANDIRI

JUMAT, 3 JULI 2015

06.00 - 08.00 PERSIAPAN
08.00 - 10.00 MICROTEACHING (1)
10.00 - 10.15 REHAT
10.15 - 12.00 MICROTEACHING (2)
12.00 - 13.00 ISOMA
13.00 - 15.15 MICROTEACHING (3)
15.15 - 15.30 REHAT
15.30 - 17.00 MICROTEACHING (4)

SABTU, 4 JULI 2015

06.00 - 08.00 PERSIAPAN
08.00 - 10.00 MICROTEACHING (5)
10.00 - 10.15 REHAT
10.15 - 12.00 MICROTEACHING (6)
12.00 - 13.00 ISOMA
13.00 - 15.15 MICROTEACHING (7)
15.15 - 15.30 REHAT
15.30 - 17.00 MICROTEACHING (8)

SELAMAT BAGI NAMA-NAMA YANG DINYATAKAN LULUS ADMINISTRASI
HARAP MENGUMPULKAN PAS FOTO BERWARNA UKURAN 3X4 ATAU 4X6 2 LEMBAR
SURAT REKOMENDASI ATAU KETERANGAN DARI ATASAN
DIKUMPULKAN PALING LAMBAT SETENGAH JAM SEBELUM PEMBUKAAN HARI PERTAMA

SEMUA NAMA PESERTA YANG LULUS DIHARAPKAN DATANG 30 MENIT SEBELUM PEMBUKAAN DENGAN MENGENAKAN BAJU KEMEJA PUTIH DAN CELANA DASAR/ROK HITAM.

NAMA PESERTA YANG DINYATAKAN LULUS SEBAGAI BERIKUT:
KELAS INFORMATIKA
1. Rahmat Wijaya, S.Pd 7 Ulu, Palembang Guru MA Patra Mandiri
2. Maria Ulfa, Am.Kom Sukarame, Palembang Opp SMA BSI
3. Deko Satrio, S.Pd Palembang Opp website/ Guru SD SMP Metodist 3
4. Akroma Wurya Ningsih, S.Pd Bukit Baru, Palembang Opp SMAN 2 OKI
5. Anita Sari, S.Pd Bukit Baru, Palembang Opp SDN 15 Parit 3 Bangka
6. Dendi Iskandar, S.Kom Palembang Instruktur Komp El Rahma
7. Herman Sawiran Palembang Guru Komp Patra Mandiri
8. M. Soekarno, S.Kom Palembang Dosen Pengantar Algoritma AMIK Bina Sriwijaya
9. Yanto, M.Kom Palembang Dosen Jaringan Komputer AMIK Bina Sriwijaya
10. Fretty Welta, M.M. Palembang Dosen Matematika Diskrit AMIK Bina Sriwijaya
11. Yorie Ardianto Palembang Mahasiswa Mg. Informatika
12. Ibnu Aqil, M.Kom Palembang Direktur AMIK Bina Sriwijaya
13. Tri Rizki Ariantoro, M.Kom Palembang IT STIKES Bina Husada
14. M Zainal Abidin, S.Kom 13 Ulu, Palembang Opp CV Anugrah Kencana
15. Fauzan Palembang Opp Palembang Info Bisnis
16. Putra Fajar, Am.Kom Palembang Guru Komp. SMK Tri Darma
17. Illustri, S.Psi., M.Kes Palembang PR STIKES Bina Husada
18. Amirudin. S.Kom. Palembang Dosen Pemrograman Web AMIK Bina Sriwijaya
19. Nur Hayani Palembang Opp Palembang Info Bisnis
20. Lastrarida Simangunsong, S.Pd.K Palembang Opp Dapodik Sekolah

KELAS KOMUNIKASI


1. Sherly Devyanes, S.Pd Kertapati, Palembang MC BSI
2. Iwan Kurniawan, S.Ip, M.Si Radial, Palembang Bimbel BTA/Dosen
3. Dwi Yulianti Bukit Lama, Palembang Kombic School/Komunitas Bicara Palembang
4. Madi Apriadi. S.Pd.I Jalan Sosial, Palembang Motivator/Instruktur
5. R.A Fitriah Jalan KH Dhan 1, Palembang Customer Service AMIK Bina Sriwijaya
6. Dahlia Novita, S.Ag. Palembang PR AMIK Bina Sriwijaya
7. Haryati Jalan Pangeran Ayin, Palembang Entertainer dan Kontraktor
8. Ridho Andi Sucipto, S.Pd. Jalan Kasnariansyah, Palembang Penyiar dan Wartawan Radio Smart FM
9. Amrina Rosyada, S.Pd. Kertapati, Palembang Instruktur outbound dan MC TWA Punti Kayu Palembang
10. Pumel Ardianto Timbangan, Indralaya MC dan Singer
11. Yuta Fine KM 6,5, Palembang Eks-Penyiar Radio Candra Buana FM
12. Mety Hairun Nisya Alang-Alang Lebar, Palembang Mahasiswi Bahasa Inggris Perhotelan ABA BII
13. Bambang Irawan, S.Pd.I Kebun Bunga, Palembang PR SMK BSI Palembang
14. Priska Angraeni, S.Pd Plaju, Palembang PR BSISC Palembang
15. Ayu Lestari, Am.Kom Palembang Presenter Kompas TV
16. Riska Lestari, S.Pd Komp. Bougenville, Palembang Guru Bahasa Indonesia
17. Dian Maya Sari, S.Pd Ilir Timur II, Palembang Ketua Prodi SMK BSI
18. Yelli Kusnita 5 Ilir, Palembang PR MI Nurul Qomar
19. Yustianus Palembang Staff ahli PEMKOT
20. Kholilatul Kamila Sekip, Palembang Mahasiswi ABA BII
21. Erni Sepriyanti. S.Pd Kertapati, Palembang PR SMA Nurul Iman
22. Ahmad Candra Saiful Ilir Barat 1, Palembang MC Magician
23. Rika Afrianti, S.Pd R. Sukamto, Palembang PR SMP Fauziah
24. Esy Armisi Palembang Penyiar Radio Sonora FM
25. Wenny Karunia, S.Pd Palembang PR SMA BSI

TERIMA KASIH


INFORMASI LEBIH LANJUT HUBUNGI
SDR AGUS 081366643661
SDR ALVIAN 08974494705
HJ ASMAWATY 085369323715

Selasa, 23 Juni 2015

Training of the Trainer (TOT) for Communication and Informatica Word in Palembang (Ramadhan Edition)

Hallo Palembang dan sekitarnya!

Kesempatan emas... Kesempatan emas...

Tertarik dengan dunia komunikasi?

Atau

Dunia Informatika?

Simak informasi menarik satu ini!

Departemen Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan pelatihan pelatih (Training of the Trainer)yang akan dipandu oleh pelatih profesional dan handal dari bidang Komunikasi dan Informatika.

Kegiatan ini direncanakan akan dilangsungkan selama 6 (ENAM) hari dari tanggal 29 Juni 2015 sampai dengan 4 Juli 2015 (jadwal masih bisa berubah. Kegiatan ini akan dilangsungkan di Hotel Arya Duta Palembang, pukul 08.00 WIB s.d. selesai.

Tidak dipungut biaya sama sekali (GRATIS) !!!


SYARAT PESERTA:
1. Kegiatan ini ditujukan kepada masyarakat kota Palembang yang menyukai dan tertantang untuk mempelajari dunia komunikasi, terutama bagi kalangan MC, penyiar radio, presenter televisi, instruktur, motivator, guru, public speaker, public relation dan lain sebagainya (untuk kelas komunikasi).

2. Selain itu, bagi anda yang bergerak di bidang informatika, seperti: operator, instruktur/pelatih keahlian komputer, Customer Service dan lain-lain (untuk kelas informatika).

3. Menyertakan pas foto dengan ukuran 3x4, 2 lembar atau 4x6, 2 lembar.

4. Menyertakan surat keterangan dari instansi yang menyatakan bahwa Anda merupakan staff atau karyawan pada instansi yang berhubungan dengan dunia komunikasi dan atau informatika.

Berikut format surat keterangannya!
(silahkan di coppy paste dan di edit sesuai kebutuhan)



----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

(KOP)

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

.... Juli 2015

Nomor : ..............
Lampiran : ..............
Perihal : keterangan rekomendasi dari atasan

Yth. Panitia ToT Komunikasi dan Informatika
di tempat


Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

nama : ....................
jabatan : ....................
instansi/Perusahaan : ....................

dengan ini menerangkan bahwa:

nama : ....................
Jabatan : ...................
Instansi/Perusahaan : ...................

adalah pegawai/mahasiswa pada ....................... dan yang bersangkutan saya berikan izin untuk mengikuti pelatihan "ToT (Komunikasi/Informatika*)(coret yang tidak perlu). Demikian surat ini saya buat agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.


Palembang, ........ Juni 2015
Jabatan,


(..............)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
5. Syarat dimasukan ke dalam map berwarna merah bagi kelas komunikasi dan hijau bagi kelas informatika.

6. Bersedia mengikuti pelatihan sesuai dengan jadwal yang ditentukan dan mengikuti semua peraturan yang ditetapkan oleh panitia.

7. Jumlah peserta yang dibutuhkan adalah 30 untuk komunikasi dan 30 untuk informatika.


Fasilitas yang diperoleh:

1. Sertifikat pelatihan

2. Uang ganti transportasi, dan lain sebagainya.


AYO DAFTARKAN SEGERA, TEMPAT DAN JUMLAH TERBATAS! SEBELUM 26 Juni 2015 (sampai batas kuota yang dibutuhkan)

INFORMASI DAN PENDAFTARAN:

1. Hj. Asmawaty 085369323715
2. Sdr. Alvian 08974494705
3. Sdr. Agus 081366643661



Senin, 08 Juni 2015

SOAL UJIAN SEMESTER GENAP KELAS XI SMA SUMSEL JAYA PALEMBANG TAHUN AJARAN 2014-2015 (KTSP) Oleh: Alvian Kurniawan, S.Pd.

1. Apakah yang dimaksud dengan seminar dan diskusi?

2. Dalam sebuah presentasi hasil penelitian, ada seorang peserta diskusi berpendapat bahwa kasus begal
merupakan tanggung jawab utama dari pihak pemerintah dan kepolisian saja, jadi bukan tanggung jawab
masyarakat umum.
Berdasarkan ilustrasi tersebut, tuliskanlah tanggapan atau komentarmu!

3. Sebuah hikayat memiliki ciri bersifat pralogis. Tuliskan maksud dari kata “pralogis”!

4. Tuliskan sebuah notula dari kegiatan rapat persiapan lomba 17 Agustus di sekolahmu!

5. Ada seorang siswa yang bolos sekolah. Mereka bermain-main di warnet. Kebetulan warnet tersebut tidak
begitu jauh dari sekolah. Sehingga, ada seorang guru yang melihat siswa tersebut. Lantas guru itu turun dari
motor dan mendekati siswa tersebut yang sedang asik bermain games. Guru itu menanyakan tentang alasan
siswa tersebut tidak masuk sekolah. Awalnya, ia berbohong kalau ia tidak diberi uang jajan oleh orang tuanya,
sehingga ia tak bisa naik angkot pergi ke sekolah dan memilih bermain di warnet. Tapi pak guru terus saja
mendesak siswa tersebut untuk berkata jujur. Dan siswa itu mengaku kalau ia takut karena belum
mengerjakan PR bahasa Indonesia.
Berdasarkan uraian cerpen di atas, analisislah unsur intrinsik yang meliputi:
(a) tema, (b) tokoh dan penokohan, (c) latar tempat dan waktu, (d) amanat.

6. Tulislah sebuah naskah drama yang sknarionya adalah seorang anak kecil menawarkan bantuan seorang
nenek untuk menyeberangi jalan!

7. Tulislah dua buah kalimat yang tergolong fakta dan dua kalimat yang tergolong opini!

8. Seorang siswa melakukan pengamatan mengenai kekurangan mading 3 Dimensi di Galeri Mading. Dalam
pengamatan tersebut, ia mencatat data sebagai berikut:

No Judul Mading Kekurangan
1. Matahari Terkesan memiliki percampuran warna yang kurang serasi.
2. Melati a. Isi rubrik tidak sesuai dengan tema.
b. Ukuran mading terlampau kecil.
c. Warna kurang menarik.
3. Kamboja a. Banyak bagian-bagian yang tidak dapat berdiri dengan tegap yang disebabkan
kurangnya pengeleman.
b. Banyak tulisan rubrik yang kotor.
4. Teratai (tidak ditemukan kekurangan)
Berdasarkan data di atas, kembangkanlah menjadi 10 baris penjabaran pembahasan laporan hasil penelitian!

9. Seorang pembaca melakukan peresensian terhadap buku yang dibacanya. Ia menemukan bahwa buku
tersebut memiliki banyak sekali kelebihan baik dalam bentuk penataan tulisan, isi buku, hasil suntingan dan
lain-lain.
Berdasarkan ilustrasi di atas, tulislah suatu uraian resensi minimal lima baris yang merupakan
penjabaran dari penilaian buku itu!

10. Dalam pementasan sebuah drama, seorang pemain harus dapat memergunakan teknik bermain dengan
baik, seperti: intonasi, ekspresi, gestur, artikulasi dan lain-lain.
Tuliskan dan jelaskan definisi dari keempat hal tersebut!

SOAL UJIAN SEMESTER GENAP BAHASA INDONESIA KELAS X SMA BSI DAN SUMSEL JAYA PALEMBANG 2014-2015 (KTSP) OLEH: ALVIAN KURNIAWAN, S.Pd.


1. Tuliskan definisi istilah-istilah di bawah ini!
a) informasi, wawancara serta merta, komentar dan kesimpulan.
b) puisi, kritikan, cerita rakyat dan tabel.
c) membaca memindai, latar, hikayat dan tipografi.
d) pidato, dukungan, kalimat langsung dan argumentatif.
e) rangkuman, diksi, laporan hasil wawancara dan Persuasif.
(Nilai @ 2,5 jika benar, total 10)
2. Bacalah teks cerita rakyat di bawah ini!

Kisah Sura dan Baya

Dahulu, di lautan luas sering terjadi perkelahian antara ikan hiu Sura dengan buaya. Mereka berkelahi hanya karena berebut mangsa. Keduanya sama-sama kuat, sama-sama tangkas, sama-sama cerdik, sama-sama ganas dan sama-sama rakus. Sudah berkali-kali mereka berkelahi belum pernah ada yang menang atau pun yang kalah. Akhirnya mereka mengadakan kesepakatan. Kesepakatan itu adalah dengan membagi daerah kekuasaan menjadi dua. Sura berkuasa sepenuhnya di dalam air dan harus mencari mangsa di dalam air, sedangkan Buaya barkuasa di daratan dan mangsanya harus yang berada di daratan. Sebagai batas antara daratan dan air adalah tempat yang dicapai oleh air laut pada waktu pasang surut. Kesepakat itu disetujui oleh keduanya.
Dengan adanya pembagian wilayah kekuasaan, maka tidak ada lagi perkelahian antara Sura dan Buaya. Keduanya telah sepakat untuk menghormati wilayah masing-masing. Tetapi pada suatu hari, ikan hiu Sura mencari mangsa di sungai. Hal ini dilakukan dengan sembunyi-sembunyi agar buaya tidak mengetahui. Mula-mula hal ini memang tidak ketahuan. Tetapi pada suatu hari, buaya memergoki perbuatan ikan hiu Sura ini.Tentu saja Buaya sangat marah melihat hiu Sura melanggar janjinya. Ikan hiu Sura yang merasa tak bersalah tenang-tenang saja.
"Aku melanggar kesepakatan? Bukankah sungai ini berair? Bukankah aku sudah bilang, bahwa aku adalah penguasa di air? Nah, sungai ini kan ada airnya, jadi juga termasuk daerah kekuasaanku," Kata Ikan Hiu Sura.
"Apa? Sungai itu kan tempatnya di darat, sedang daerah kekuasaanmu ada di laut, berarti sungai itu adalah darerah kekuasaanku!" Buaya ngotot.
"Tidak bisa. Aku kan tidak pernah bilang kalau di air itu hanya air laut, tetapi juga air sungai" jawab hiu Sura.
"Kau sengaja mencari gara-gara, Sura?"
"Tidak! Ku kira alasanku cukup kuat dan aku memang dipihak yang benar!" kata Sura.
"Kau sengaja mengakaliku. Aku tidak sebodoh yang kau kira!" kata Buaya mulai marah.
"Aku tidak perduli kau bodoh atau pintar, yang penting air sungai dan air laut adalah kekuasaanku!" Sura tak mau kalah.
Karena tidak ada yang mau mengalah, maka pertempuran sengit antara Ikan Hiu Sura dan Buaya terjadi lagi. Pertarungan kali ini semakin seru dan dahsyat. Saling menerjang dan menerkam, saling menggigit dan memukul. Dalam waktu sekejap, air disekitarnya menjadi merah oleh darah yang keluar dari luka-luka kedua binatang tersebut. Mereka terus bertarung mati-matian tanpa istirahat sama sekali. Dalam pertarungan dahsyat ini, Buaya mendapat gigitan hiu Sura di pangkal ekornya sebelah kanan. Selanjutnya, ekornya itu terpaksa selalu membengkok ke kiri. Sementara ikan Sura juga tergigit ekornya hingga hampir putus, lalu ikan Sura kembali ke lautan. Buaya puas telah dapat mempertahankan daerahnya.
Pertarungan antara ikan Hiu yang bernama Sura dan Buaya ini sangat berkesan di hati masyarakat Surabaya. Oleh karena itu, nama Surabaya selalu dikait-kaitkan dengan peristiwa ini. Dari peritiwa inilah kemudian dibuat lambang Kota Surabaya yaitu gambar "ikan sura dan buaya".


Berdasarkan penggalan cerita rakyat di atas, tuliskanlah masing-masing satu buah:
a) tokoh dan hal menariknya! d) latar waktu dan hal menariknya!
b) penokohan dan hal menariknya! e) latar suasana dan hal menariknya!
c) latar tempat dan hal menariknya!
(Nilai @ 5,0 jika benar, total 10)

3. Tulislah sebuah ilustrasi laporan hasil wawancara dengan tema:
a) kebersihan lingkungan d) pencopetan di pasar
b) keamanan lingkungan e) lomba 17 Agustus di kampungmu
c) perkembangan ekstrakurikuler (Nilai jika memenuhi kriteria = 10)

4. Bacalah penggalan teks berita di bawah ini dengan seksama!

Pemerintah kabupaten Malang saat ini tengah mencari investor untuk membangun pabrik semen di kawasan Malang Selatan. Dipekirakan, investasi pabrik mencapai Rp 1,4 triliun. Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Energi dan Sumber Daya mineral Kabupaten Malang Budi Ismoyo, Pemkab Malang merasa tidak sanggup mendanainya. “Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan suntikan dana dari pihak ketiga yang berminat menanamkan investasinya di sini.” Ujarnya, Jumat (13/1).
Saat ini, Budi menerangkan pihaknya sudah mempresentasikan rencana mendirikan pabrik tersebut ke beberapa pengusaha semen di Sulawesi melalui PT. Semen Gresik, Namun sejauh ini belum ada yang dapat memberikan kepastian. Berdasarkan studi kelayakan yang telah dilakukan, potensi batu kapur yang merupakan bahan utama semen ini terdapat lima kecamatan di kabupaten Malang, yaitu di kecamatan Sumbermanjing wetan, Gedangan, Dampit dan Pagak.
Sekretris Asosiasi Perusahaan Tambang (APERTAM) Jawa Timur MH. Hudin Al-Sonny YPE mengatakan bahwa sebelum memikirkan tentang pendirian pabrik semen, Pemkab Malang seharusnya mendahulukan pembangunan Pelabuhan di Malang Selatan. Pelabuhan ini sangat penting perannanya baik dalam hal bongkar muat batu bara sebagai bahan bakar pabrik, maupun transportasi hasil produksi pabrik.

(dikutip dari: Koran Kompas, edisi 14 Januari 2006)

Berdasarkan teks berita di atas, tulislah:
a) Kesimpulan umum dan kalimat rangkuman paragraf 1 dan 2!
b) Kesimpulan umum dan kalimat rangkuman paragraf 2 dan 3!
c) Kesimpulan umum dan kalimat rangkuman paragraf 1 dan 3!
d) Kesimpulan umum dan kalimat rangkuman paragraf 2 dan 3!
e) Kesimpulan umum dan kalimat rangkuman paragraf 1 dan 2!
(Nilai @ 5,0 jika benar, total 10)

5. Bacalah artikel di bawah ini dengan seksama!

LIPI Kembangkan Tepung Tempe

Lembaga ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan bahan makanan campuran tempe berbentuk tepung untuk bahan dasar aneka makanan dan kue. Putut Irawan Pudjiono, Kepala Unit Pengelola Teknis Balai pengembangan Proses dan Teknologi kimia LIPI disela-sela Demo peragaan Iptek Tepat Guna menyatakan bahwa selain murah, sekerat tempe mengandung komposisi gizi yang kompleks: ada protein, lemak, karbohidrat, serat, abu, kalsium, fosfor, dan besi dalam kadar relatif tinggi. Kandungan ini lebih baik ketimbang kedelai biasa karena tempe sudah melewati proses fermentasi. Tempe digunakan sebagai salah satu bahan baku utamanya. Bahan lain yang digunakan adalah produk pertanian terutama beras, kacang hijau, dan bahan alami lainnya. Tepung tempe ini, tidak menggunakan pengawet, pewarna maupun pemberi aroma sintesis sehingga sangat aman dikonsumsi. Dari tepung itu bisa tercipta kudapan ringan nan renyah, donat, kue blackforest, bahkan es krim. Roti dari tepung tempe dijamin tidak kalah lezat dengan produk toko roti modern.
Pengembangan tepung tempe ini, sejalan dengan progam pemerintah untuk me ningkatkan kebutuhan gizi masyarakat melalui bahan makanan yang terjangkau harganya. Dari hasil penelitian terhadap murid-murid SD yang mendapat kue berbahan tepung tempe tersebut yang dilakukan LIPI di SD Playen I dan SD Gunung Kidul, asupan makanan yang bergizi berdampak positif terhadap kemampuan pelajar untuk menangkap pelajaran.
(Jakarta, 30 Agustus 2004, (Tma, Ant)

Berdasarkan teks berita di atas, buatlah tanggapan dalam bentuk:
a) Kalimat kritikan untuk paragraf 1! d) Kalimat kritikan untuk paragraf 2!
b) Kalimat dukungan untuk paragraf 1! e) Kalimat kritikan untuk paragraf 1!
c) Kalimat dukungan untuk paragraf 2!
(Nilai jika memenuhi kriteria = 10)

6. Bacalah teks puisi di bawah ini dengan seksama!
Pemuda Kini

Darah itu bercucuran,
Membanjiri ibu pertiwi
Luka dan bisa dari pemuda harapan bangsa

Mereka menyerang....
Mereka saling menyerang
Mati atau hidup,
Kalah atau menang
Semua tertutup pada dendam yang tak terbalas

Di sini ibu pertiwi menangis dengan derunya
Mengubur mimpi,
Dari balik angan-angan kemajuan negeri

Pemudaku kini sedang berdiri
Lalu berlari bukan pada tempatnya
Mengacuhkan hukum,
Melebarkan kebebasan
Penuh sesak dadaku dibuatnya

Kini...
Negeriku tidak lagi seperti dulu
Yang penuh cinta dan kasih
Oleh: Alvian Kurniawan, S.Pd (2015)
Berdasarkan teks puisi di samping,

a) Apa diksi yang dipergunakan? Bagaimana tipografinya?
dan apakah perasaan yang dirasakan si penulis?

b) Sebutkan dua majas yang terkandung! berapakah jumlah
lariknya? dan apakah temanya?

c) Sebutkan citraan yang dipergunakan! Sajak apa saja
yang terdapat dalam puisi tersebut? Apakah nadanya?

d) Berapakah jumlah baitnya? Sebutkan kata kongkretnya!
dan apakah amanatnya?

e) Berapakah jumlah lariknya? Sebutkan kata kongkretnya!
dan apakah perasaan yang dirasakan si penulis?

(Nilai @ 3,3 jika benar, total pembulatan 10)


7. Bacalah graik di bawah ini dengan teknik membaca
intensif atau membaca memindai!

Berdasarkan grafik garis di atas, tuliskan lima buah
informasi yang kamu peroleh dari gambar tersebut!

(Nilai @ 2,0 jika benar, total 10)


8. Tuliskan 1 buah paragraf persuasif dengan tema bebas!
(Nilai jika memenuhi kriteria = 10

9. Tuliskan sebuah naskah isi pidato minimal 5 baris dengan tema:
(a) pendidikan, (b) narkoba, (c) olahraga, (d) kepahlawanan, (e) kedisiplinan

(Nilai jika memenuhi kriteria = 10)

10. Menurutmu lebih menarik manakah antara sistim belajar dan pengajaran kurikulum 2013 dengan KTSP?
Tuliskan dalam bentuk paragraf argumentatif minimal lima baris!

Hasil Ulangan Bahasa Indonesia Gabungan BSI-SJ Semester Genap 2014-2015

Hasil Ulangan Semester Genap Bahasa Indonesia
Kelas X.A,B,C SMASJ dan X.1,2 SMABSI Palembang
Tahun Ajaran 2014-2015


001. 10.A, City Ardhella Alisya-97,0
002. 10.A, Fitriyanti-91,0
003. 10.A, Sari Wulandari Siregar-89,0
004. 10.A, Feliana-89,0
005. 10.A, Ade Sefti Mutia-87,0
006. 10.A, Devin-86,0
007. 10.C, Rizky Fatiah-84,5
008. 10.1, Liza Anjas-84,5
008. 10.A, Andriyani Violentina-84,5
009. 10.1, Putri Alvira-84,0
010. 10.A, Dian Novita-82,0
011. 10.1, Wanda Agustin-81,5
012. 10.A, Susilawati-80,0
013. 10.A, Khairunnisa-80,0
014. 10.1, Putri Nadia-80,0
015. 10.B, Junariah-79,5
016. 10.B, Indahh Ayu-78,0
017. 10.A, Saleh-78,0
018. 10.C, Indah Adetia-77,0
019. 10.A, Johanes Wijaya-76,5
020. 10.1, Amelia Putri Utami-76,5
021. 10.B, M Pradana Rizki-76,5
022. 10.1, Aji Ismail-76,0
023. 10.B, Maria Caroline-76,0
----------------------------------------------- ^(KKM = 75,0)
024. 10.1, Julia Noviyani-74,5
025. 10.1, Adinda Azzahra-74,5
026. 10.2, Pita Sari-74,5
027. 10,1 Desta Amelia-73,0
028. 10.1, Rika Amelia-72,0
029. 10.1, Nisa Ismawarti-72,0
030. 10.A, M Firmansyah-72,0
031. 10.C, Era Irawan-71,5
032. 10.1, Tri Utari-71
033. 10.1, Monika Yuniarti-70,0
034. 10.A, Aira Deviani Putri-69,5
035. 10.B, Mega Utami-69,5
036. 10.2, Riyu Bagaskara-69,5
036. 10.C, M Filbal, 69,0
037. 10.A, Andre Pangestu-66,5
038. 10.A, Ridho Tulu Bhakti-66,0
039. 10.B, Imam Solihan-66,5
040. 10.B, Eka Rahmadani-66,5
041. 10.2, Achmad Yudistira-65,5
042. 10.1, Diah Ayu Putri-65,0
043. 10.A, Achmad Rezah-65,0
044. 10.1, Nada Afifah-64,5
045. 10.C, Sultan Alif-64,5
046. 10.1, Sutia Ningrum-64,0
047. 10.A, M Sulaiman-64,0
048. 10.C, M Reza-64,0
049. 10.A, Desi Nurjana-63,5
050. 10.1, Melisa Rosada-63,0
051. 10.2, M Soleh-63,0
052. 10.A, RM Ari Agus Sandi-63,0
053. 10.C, Rensi Nanda-63,0
054. 10.A, Andreansyah-63,0
055. 10.1, M. Supriyanto-62,5
056. 10.A, M Rexsi Tri Putra-61,0
057. 10.C, Hengki Youhanes-61,0
058. 10.2, Susanti Indah Sari-61,0
059. 10.2, Wais Al Qorni-60,0
060. 10.B, M Edo Adhari-60,0
061. 10.A, Ayu Mutia-59,5
062. 10.2, Reynaldi-59,5
063. 10.C, Sintia Putri-58,5
064. 10.2, Nopan Ariansyah-58,0
065. 10.2, M Ismail-58,0
066. 10.C, Dicky Zulkarnain-57,5
067. 10.2, M Sulaiman-57,5
068. 10.C, M Firdaus, 57,0
069. 10.1, Ade Lestari, 56,5
070. 10.B, Rizky Amanda-56,0
071. 10.C, Fani Anggraeni-56,0
072. 10.B, Ristia Khairunisa-55,0
073. A, M Maulana Ahsan-55,0
074. A, M Humam Abdullah-54,5
075. C, RM Afrizani-54,5
076. B, Ismail-53,5
077. C, Aldi-52,5
078. 2, Wahyu Setiawan-52,5
079. 1, M. Arfan-51,0
080. 2, Agustina-49,5
081. B, Wais Alkorni-49,0
082. B, M Rafli Julian-48,0
083. B, Muhammad Dandi-47,5
084. C, Pandi Ahmad-47,5
085. C, M Darmawan-47,5
086. 2, Ajeng Kartina-47,0
087. 2, Megawati Ratna Putri-47
088. B, Nanda Karlena-46,5
089. C, M Robin-46,0
090. B, KMS Adam Maulana-44,5
091. C, Shasha Amanda-41,5
092. A, Kristina-41,0
093. 2, Gilang Arrofiq-41,0
094. 2, Farel Mandala-40,0
095. B, Natasha Salsabila-39,5
096. B, M Abdul Aziz-39,5
097. 2, Sulistia-36,5
098. B, Firmansyah-35,0
099. A, M Ridho-34,5
100. 2, Ahmad Syafei-33,0
101. C, Novianty-27,5
102. 2, M Irfan-27,0
103. B, M Ferry Alfazeri-23,5
104. B, M Novian Fahri-23,0


10.2, Rendi Heriyanto
10.B, Arfandi Aldi ?
10.B, Ratih Shafitri ?
10.C, Dinar Sopianto ?
10.C, Imroatul Khumairoh ?
10.C, Ismail Marzuki ?
10.C, M Satria ?

TEKNIS PENILAIAN
1. Komponen yang dinilai meliputi: kemampuan akademis/berfikir (kognitif), keaktifan selama belajar (afektif) dan keterampilan praktik/gerak (psikomotorik).
2. Tuntasnya nilai pada mata pelajaran ini menjadi salah satu pertimbangan untuk menentukan kenaikan siswa dan menjadi nilai penunjang kelulusan pada ijazah akhir nanti, sebab bahasa Indonesia menjadi salah satu mata pelajaran Ujian Nasional (UN) yang juga salah satu komponen nilai kelulusan disumbang dari nilai rapor bahasa Indonesia semester I, II, III, IV dan V.
3. Siswa dinyatakan tuntas apabila mencapai standar ketuntasan minimum untuk kognitif = 75; afektif = C; dan psikomotorik = 75.
4. Nilai kognitif diperoleh dari perhitungan di bawah ini!
“(latihan harian x 2) + (catatan x 2) + (absensi x 1) + (kegiatan sehari-hari/tugas praktik/proyek x 2) + (Semesteran + MID : 2 X 3)”
(10)

5. Nilai afektif diperoleh dari perhitungan di bawah ini!
“(latihan/ulangan harian x 2) + (absensi/proses x 1) + (kegiatan sehari-hari/praktik/proyek x 2)
(5)

6. Nilai psikomotorik diperoleh dari perhitungan di bawah ini!
“(latihan/ulangan harian x 2) + (kegiatan sehari-har/praktik x 2)
(4)

7. Syarat dikeluarkan nilai apabila semua latihan, tugas, dan lain-lain sudah lengkap. Jika belum lengkap, maka siswa yang bersangkutan wajib melengkapi hingga batas waktu yang ditentukan guru mata pelajaran. Ketidaklengkapan persyaratan akan menyebakan guru yang bersangkutan tidak akan mengeluarkan nilai.

8. Siswa dinyatakan tuntas pada pelajaran ini apabila:
(a) telah selesai dan mengumpulkan semua persyaratan tepat waktu;
(b) nilai akhir perhitungan menyatakan sampai ke batas KKM atau melampaui batas KKM.

9. Jika nilai tidak mencapai KKM dengan alasan sebagai berikut.
a. Ada beberapa syarat yang belum selesai atau tidak mengumpulkan syarat tepat waktu (terlambat), maka
diwajibkan bagi siswa tersebut untuk menyelesaikan semua syarat dan mengumpulkan ke guru mata
pelajaran. Apabila telah dipenuhi dan hasil perhitungan menyatakan mencapai KKM ataupun melebihi
KKM, maka siswa yang bersangkutan tidak perlu mengumpulkan tugas tambahan, namun nilai yang
diberikan guru hanya sebatas KKM dan tidak lebih dari itu. Contoh: Mawar awalnya dinyatakan tidak
tuntas karena nilai kognitifnya hanya mencapai 70, pada saat dicari penyebabnya ternyata Mawar belum
mengumpulkan catatan sebanyak 2 bab karena suatu alasan. Maka, Mawar wajib melengkapi dan
mengumpulkan 2 catatan tersebut. Setelah ditambah dengan 2 catatan susulan tersebut, nilai Mawar
menjadi 79. Maka, Mawar tidak perlu membuat tugas tambahan, namun sebagai konsekuensinya,
Mawar hanya memeroleh nilai 75 saja karena dinyatakan terlambat melengkapi persyaratan.
b. Ada beberapa syarat yang belum selesai atau tidak mengumpulkan syarat tepat waktu (terlambat), maka
diwajibkan bagi siswa tersebut untuk menyelesaikan semua syarat dan mengumpulkan ke guru mata
pelajaran. Apabila telah dipenuhi dan hasil perhitungan menyatakan TIDAK mencapai KKM, maka siswa yang bersangkutan tidak perlu mengumpulkan tugas tambahan, namun nilai yang diberikan guru hanya sebatas KKM dan tidak lebih dari itu. Contoh ilustrasinya: Melati awalnya dinyatakan tidak
tuntas karena nilai kognitifnya hanya mencapai 65, pada saat dicari penyebabnya ternyata Melati belum
mengumpulkan catatan sebanyak 6 bab karena suatu alasan. Maka, Melati wajib melengkapi dan
mengumpulkan 6 catatan tersebut. Setelah ditambah dengan 6 catatan susulan tersebut, nilai Melati
bertambah menjadi 69. Artinya nilai Melati masih belum mencapai KKM 75. Maka, Melati harus
membuat tugas tambahan, yaitu: mencatat catatan di kertas double polio dengan jumlah halaman
(kekurangan nilai : 2), karena nilai Melati kurang 6 nilai untuk mengubah nilai 69 ke 75, maka Melati
harus mencatat sebanyak 6 : 2 = 3 halaman double polio. Namun sebagai konsekuensinya,
Melati hanya memeroleh nilai 75 saja dan dinyatakan lulus.
c. Apabila semua syarat sudah selesai dikumpulkan, namun nilai tidak mencapai KKM. Maka, siswa tersebut
wajib membuat tugas tambahan dalam bentuk catatan di kertas double polio dengan jumlah halaman
(kekurangan nilai : 2 = ......... halaman). Contoh: Bintang sudah melengkapi semua syarat tepat waktu,
namun pada hasil sementara Bintang hanya memeroleh nilai 72 saja, maka Bintang harus membuat
catatan dilembar double polio sebanyak 3 : 2 = 1,5 halaman. Jika sudah selesai, maka nilai Bintang hanya
memeroleh 75 saja dan tidak bisa lebih dari nilai tersebut.

10. Teknis ini bersifat mengikat dan apabila tidak diselesaikan hingga batas waktu yang ditentukan, maka
siswa yang bersangkutan akan diberikan nilai seadanya bahkan bisa di bawah batas KKM yang dapat
menghambat siswa tersebut TIDAK NAIK KELAS.

Demikian teknis ini dibuat agar dapat dipergunakan dengan semestinya. Apabila ada hal-hal yang belum dipahami dari teknis ini, silakan untuk menghubungi guru mata pelajaran yang bersangkutan. Atas perhatian dan kerja sama siswa-siswi sekalian, diucapkan terima kasih.


Palembang, 1 Juni 2015
Guru Mata Pelajaran,



Alvian Kurniawan, S.Pd.

Senin, 01 Juni 2015

TEKNIS PERHITUNGAN KKM RAPOR BAHASA INDONESIA BSI DAN SUMSEL JAYA

PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN NILAI RAPOR BAHASA INDONESIA
UNTUK SISWA KELAS X.A, X.B, X.C DAN 11 SOSIAL 2 SMA SUMSEL JAYA PALEMBANG
SERTA KELAS X.1 DAN X.2 SMA BINA SRIWIJAYA INDONESIA (BSI) PALEMBANG
SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2014-2015
(KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN-KTSP)
OLEH: ALVIAN KURNIAWAN, S.Pd.

TEKNIS PENILAIAN
1. Komponen yang dinilai meliputi: kemampuan akademis/berfikir (kognitif), keaktifan selama belajar (afektif) dan keterampilan praktik/gerak (psikomotorik).
2. Tuntasnya nilai pada mata pelajaran ini menjadi salah satu pertimbangan untuk menentukan kenaikan siswa dan menjadi nilai penunjang kelulusan pada ijazah akhir nanti, sebab bahasa Indonesia menjadi salah satu mata pelajaran Ujian Nasional (UN) yang juga salah satu komponen nilai kelulusan disumbang dari nilai rapor bahasa Indonesia semester I, II, III, IV dan V.
3. Siswa dinyatakan tuntas apabila mencapai standar ketuntasan minimum untuk kognitif = 75; afektif = C; dan psikomotorik = 75.
4. Nilai kognitif diperoleh dari perhitungan di bawah ini!
“(latihan harian x 2) + (catatan x 2) + (absensi x 1) + (kegiatan sehari-hari/tugas praktik/proyek x 2) + (Semesteran + MID : 2 X 3)”
(10)

5. Nilai afektif diperoleh dari perhitungan di bawah ini!
“(latihan/ulangan harian x 2) + (absensi/proses x 1) + (kegiatan sehari-hari/praktik/proyek x 2)
(5)

6. Nilai psikomotorik diperoleh dari perhitungan di bawah ini!
“(latihan/ulangan harian x 2) + (kegiatan sehari-har/praktik x 2)
(4)

7. Syarat dikeluarkan nilai apabila semua latihan, tugas, dan lain-lain sudah lengkap. Jika belum lengkap, maka siswa yang bersangkutan wajib melengkapi hingga batas waktu yang ditentukan guru mata pelajaran. Ketidaklengkapan persyaratan akan menyebakan guru yang bersangkutan tidak akan mengeluarkan nilai.

8. Siswa dinyatakan tuntas pada pelajaran ini apabila:
(a) telah selesai dan mengumpulkan semua persyaratan tepat waktu;
(b) nilai akhir perhitungan menyatakan sampai ke batas KKM atau melampaui batas KKM.

9. Jika nilai tidak mencapai KKM dengan alasan sebagai berikut.
a. Ada beberapa syarat yang belum selesai atau tidak mengumpulkan syarat tepat waktu (terlambat), maka
diwajibkan bagi siswa tersebut untuk menyelesaikan semua syarat dan mengumpulkan ke guru mata
pelajaran. Apabila telah dipenuhi dan hasil perhitungan menyatakan mencapai KKM ataupun melebihi
KKM, maka siswa yang bersangkutan tidak perlu mengumpulkan tugas tambahan, namun nilai yang
diberikan guru hanya sebatas KKM dan tidak lebih dari itu. Contoh: Mawar awalnya dinyatakan tidak
tuntas karena nilai kognitifnya hanya mencapai 70, pada saat dicari penyebabnya ternyata Mawar belum
mengumpulkan catatan sebanyak 2 bab karena suatu alasan. Maka, Mawar wajib melengkapi dan
mengumpulkan 2 catatan tersebut. Setelah ditambah dengan 2 catatan susulan tersebut, nilai Mawar
menjadi 79. Maka, Mawar tidak perlu membuat tugas tambahan, namun sebagai konsekuensinya,
Mawar hanya memeroleh nilai 75 saja karena dinyatakan terlambat melengkapi persyaratan.
b. Ada beberapa syarat yang belum selesai atau tidak mengumpulkan syarat tepat waktu (terlambat), maka
diwajibkan bagi siswa tersebut untuk menyelesaikan semua syarat dan mengumpulkan ke guru mata
pelajaran. Apabila telah dipenuhi dan hasil perhitungan menyatakan TIDAK mencapai KKM, maka siswa yang bersangkutan tidak perlu mengumpulkan tugas tambahan, namun nilai yang diberikan guru hanya sebatas KKM dan tidak lebih dari itu. Contoh ilustrasinya: Melati awalnya dinyatakan tidak
tuntas karena nilai kognitifnya hanya mencapai 65, pada saat dicari penyebabnya ternyata Melati belum
mengumpulkan catatan sebanyak 6 bab karena suatu alasan. Maka, Melati wajib melengkapi dan
mengumpulkan 6 catatan tersebut. Setelah ditambah dengan 6 catatan susulan tersebut, nilai Melati
bertambah menjadi 69. Artinya nilai Melati masih belum mencapai KKM 75. Maka, Melati harus
membuat tugas tambahan, yaitu: mencatat catatan di kertas double polio dengan jumlah halaman
(kekurangan nilai : 2), karena nilai Melati kurang 6 nilai untuk mengubah nilai 69 ke 75, maka Melati
harus mencatat sebanyak 6 : 2 = 3 halaman double polio. Namun sebagai konsekuensinya,
Melati hanya memeroleh nilai 75 saja dan dinyatakan lulus.
c. Apabila semua syarat sudah selesai dikumpulkan, namun nilai tidak mencapai KKM. Maka, siswa tersebut
wajib membuat tugas tambahan dalam bentuk catatan di kertas double polio dengan jumlah halaman
(kekurangan nilai : 2 = ......... halaman). Contoh: Bintang sudah melengkapi semua syarat tepat waktu,
namun pada hasil sementara Bintang hanya memeroleh nilai 72 saja, maka Bintang harus membuat
catatan dilembar double polio sebanyak 3 : 2 = 1,5 halaman. Jika sudah selesai, maka nilai Bintang hanya
memeroleh 75 saja dan tidak bisa lebih dari nilai tersebut.

10. Teknis ini bersifat mengikat dan apabila tidak diselesaikan hingga batas waktu yang ditentukan, maka
siswa yang bersangkutan akan diberikan nilai seadanya bahkan bisa di bawah batas KKM yang dapat
menghambat siswa tersebut TIDAK NAIK KELAS.

Demikian teknis ini dibuat agar dapat dipergunakan dengan semestinya. Apabila ada hal-hal yang belum dipahami dari teknis ini, silakan untuk menghubungi guru mata pelajaran yang bersangkutan. Atas perhatian dan kerja sama siswa-siswi sekalian, diucapkan terima kasih.


Palembang, 1 Juni 2015
Guru Mata Pelajaran,



Alvian Kurniawan, S.Pd.

TEKNIS PERHITUNGAN KKM RAPOR BAHASA INDONESIA BSI DAN SUMSEL JAYA

PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN NILAI RAPOR BAHASA INDONESIA
UNTUK SISWA KELAS X.A, X.B, X.C DAN 11 SOSIAL 2 SMA SUMSEL JAYA PALEMBANG
SERTA KELAS X.1 DAN X.2 SMA BINA SRIWIJAYA INDONESIA (BSI) PALEMBANG
SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2014-2015
(KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN-KTSP)
OLEH: ALVIAN KURNIAWAN, S.Pd.

TEKNIS PENILAIAN
1. Komponen yang dinilai meliputi: kemampuan akademis/berfikir (kognitif), keaktifan selama belajar (afektif) dan keterampilan praktik/gerak (psikomotorik).
2. Tuntasnya nilai pada mata pelajaran ini menjadi salah satu pertimbangan untuk menentukan kenaikan siswa dan menjadi nilai penunjang kelulusan pada ijazah akhir nanti, sebab bahasa Indonesia menjadi salah satu mata pelajaran Ujian Nasional (UN) yang juga salah satu komponen nilai kelulusan disumbang dari nilai rapor bahasa Indonesia semester I, II, III, IV dan V.
3. Siswa dinyatakan tuntas apabila mencapai standar ketuntasan minimum untuk kognitif = 75; afektif = C; dan psikomotorik = 75.
4. Nilai kognitif diperoleh dari perhitungan di bawah ini!
“(latihan harian x 2) + (catatan x 2) + (absensi x 1) + (kegiatan sehari-hari/tugas praktik/proyek x 2) + (Semesteran + MID : 2 X 3)”
(10)

5. Nilai afektif diperoleh dari perhitungan di bawah ini!
“(latihan/ulangan harian x 2) + (absensi/proses x 1) + (kegiatan sehari-hari/praktik/proyek x 2)
(5)

6. Nilai psikomotorik diperoleh dari perhitungan di bawah ini!
“(latihan/ulangan harian x 2) + (kegiatan sehari-har/praktik x 2)
(4)

7. Syarat dikeluarkan nilai apabila semua latihan, tugas, dan lain-lain sudah lengkap. Jika belum lengkap, maka siswa yang bersangkutan wajib melengkapi hingga batas waktu yang ditentukan guru mata pelajaran. Ketidaklengkapan persyaratan akan menyebakan guru yang bersangkutan tidak akan mengeluarkan nilai.

8. Siswa dinyatakan tuntas pada pelajaran ini apabila:
(a) telah selesai dan mengumpulkan semua persyaratan tepat waktu;
(b) nilai akhir perhitungan menyatakan sampai ke batas KKM atau melampaui batas KKM.

9. Jika nilai tidak mencapai KKM dengan alasan sebagai berikut.
a. Ada beberapa syarat yang belum selesai atau tidak mengumpulkan syarat tepat waktu (terlambat), maka
diwajibkan bagi siswa tersebut untuk menyelesaikan semua syarat dan mengumpulkan ke guru mata
pelajaran. Apabila telah dipenuhi dan hasil perhitungan menyatakan mencapai KKM ataupun melebihi
KKM, maka siswa yang bersangkutan tidak perlu mengumpulkan tugas tambahan, namun nilai yang
diberikan guru hanya sebatas KKM dan tidak lebih dari itu. Contoh: Mawar awalnya dinyatakan tidak
tuntas karena nilai kognitifnya hanya mencapai 70, pada saat dicari penyebabnya ternyata Mawar belum
mengumpulkan catatan sebanyak 2 bab karena suatu alasan. Maka, Mawar wajib melengkapi dan
mengumpulkan 2 catatan tersebut. Setelah ditambah dengan 2 catatan susulan tersebut, nilai Mawar
menjadi 79. Maka, Mawar tidak perlu membuat tugas tambahan, namun sebagai konsekuensinya,
Mawar hanya memeroleh nilai 75 saja karena dinyatakan terlambat melengkapi persyaratan.
b. Ada beberapa syarat yang belum selesai atau tidak mengumpulkan syarat tepat waktu (terlambat), maka
diwajibkan bagi siswa tersebut untuk menyelesaikan semua syarat dan mengumpulkan ke guru mata
pelajaran. Apabila telah dipenuhi dan hasil perhitungan menyatakan TIDAK mencapai KKM, maka siswa yang bersangkutan tidak perlu mengumpulkan tugas tambahan, namun nilai yang diberikan guru hanya sebatas KKM dan tidak lebih dari itu. Contoh ilustrasinya: Melati awalnya dinyatakan tidak
tuntas karena nilai kognitifnya hanya mencapai 65, pada saat dicari penyebabnya ternyata Melati belum
mengumpulkan catatan sebanyak 6 bab karena suatu alasan. Maka, Melati wajib melengkapi dan
mengumpulkan 6 catatan tersebut. Setelah ditambah dengan 6 catatan susulan tersebut, nilai Melati
bertambah menjadi 69. Artinya nilai Melati masih belum mencapai KKM 75. Maka, Melati harus
membuat tugas tambahan, yaitu: mencatat catatan di kertas double polio dengan jumlah halaman
(kekurangan nilai : 2), karena nilai Melati kurang 6 nilai untuk mengubah nilai 69 ke 75, maka Melati
harus mencatat sebanyak 6 : 2 = 3 halaman double polio. Namun sebagai konsekuensinya,
Melati hanya memeroleh nilai 75 saja dan dinyatakan lulus.
c. Apabila semua syarat sudah selesai dikumpulkan, namun nilai tidak mencapai KKM. Maka, siswa tersebut
wajib membuat tugas tambahan dalam bentuk catatan di kertas double polio dengan jumlah halaman
(kekurangan nilai : 2 = ......... halaman). Contoh: Bintang sudah melengkapi semua syarat tepat waktu,
namun pada hasil sementara Bintang hanya memeroleh nilai 72 saja, maka Bintang harus membuat
catatan dilembar double polio sebanyak 3 : 2 = 1,5 halaman. Jika sudah selesai, maka nilai Bintang hanya
memeroleh 75 saja dan tidak bisa lebih dari nilai tersebut.

10. Teknis ini bersifat mengikat dan apabila tidak diselesaikan hingga batas waktu yang ditentukan, maka
siswa yang bersangkutan akan diberikan nilai seadanya bahkan bisa di bawah batas KKM yang dapat
menghambat siswa tersebut TIDAK NAIK KELAS.

Demikian teknis ini dibuat agar dapat dipergunakan dengan semestinya. Apabila ada hal-hal yang belum dipahami dari teknis ini, silakan untuk menghubungi guru mata pelajaran yang bersangkutan. Atas perhatian dan kerja sama siswa-siswi sekalian, diucapkan terima kasih.


Palembang, 1 Juni 2015
Guru Mata Pelajaran,



Alvian Kurniawan, S.Pd.